Ditantang Debat Bahasa Inggris, Kubu Jokowi: Jangan Genit!

Tim Editor

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani. (Tasha/era.id)

Jakarta, era.id - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut, usulan debat dengan menggunakan bahasa Inggris adalah usulan genit. Menurut Wakil Ketua tim pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, kewibawaan negara bukan ditentukan dengan kepala negara yang bisa berbahasa Inggris.

"Ini agak genit juga. Karena kita tahu jugalah sejarah kita sendiri. Soal kewibawaan negara, kepala negara itu kan tidak ditentukan dari bahasanya. Pak Harto puluhan tahun, 30 tahun menerima tamu ya dengan bahasa Indonesia dan penerjemahnya Pak Widodo itu yang sudah almarhum. Kemudian berbicara dalam forum internasional dengan bahasa Indonesia kan tidak berkurang," kata Arsul kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Politikus PPP ini juga mengatakan, beberapa pimpinan negara lain seperti Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang disebutnya menggunakan bahasa mereka sendiri dalam kunjungan kenegaraan.

Selain itu, Arsul bilang, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam debat capres dan cawapres juga sudah diatur dalam Undang-Undang. 


(Ilustrasi/era.id)

"Soal penggunaan bahasa ini kan ada aturannya di UU Nomor 24 Tahun 2009 dalam Pasal 32 UU, ini secara tegas menyatakan dalam forum-forum resmi yang bersifat nasional itu wajib menggunakan bahasa Indonesia. Nah, debat capres dan cawapres itu forum itu resmi bukan? Saya kira itu forum resmi. Jadi, akan sulit kalau yang dimaksud dengan forum debat itu adalah forum debat yg diatur atau yang diselenggarakan KPU," ungkap Arsul.

Dalam UU Nomor 24 tahun 2009 memang diatur tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. Dalam pasal 32 UU tersebut dijelaskan, bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia.

Anggota DPR RI ini juga menyangsikan semua pihak akan paham paparan para capres cawapres bila debat dilaksanakan dalam bahasa Inggris. Sembari bercanda, ia juga menyebut orang yang mengusulkan debat pakai bahasa Inggris belum tentu juga bisa berbahasa Inggris.

Baca Juga : Kubu Jokowi Anggap Iklan Bioskop Tak Langgar Aturan Kampanye

"Yang usul debat bahasa Inggris itu emang paham bahasa Inggris? Saya kan tahu juga siapa anggota DPR yang bisa bahasa Inggris? Pernah kunker bersama-sama ke luar negeri, bahasa Inggrisnya keluar atau tidak, saya tahu juga," canda Arsul.

"Jangan-jangan nanti kalau ada debat bahasa Inggris yang enggak ngerti malah tokoh atau petinggi partai, anggota DPR-nya bukan hanya rakyat. Jadi jangan genit-genit, malah bikin malu," tutup dia.

Tag: jokowi-maruf amin pilpres 2019 prabowo-sandiaga pemilu 2019

Bagikan: