Jejak Kereta Api di Indonesia

Tim Editor

Lokomotif uap terbesar yang pernah dimiliki Indonesia, foto diambil tahun 1929. (Foto: Commons Wikimedia)

Jakarta, era.id - Pada tanggal 28 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia. Tidak secepat lajunya di atas rel, kereta api di Indonesia ternyata memiliki sejarah yang cukup rumit.

Kisah 'si ular besi' itu dimulai saat pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden atau Solo-Yogyakarta, di Desa Kemijen oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr L.A.J Baron Sloet van de Beele tanggal 17 Juni 1864.

Pembangunan itu dilaksanakan oleh perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NV. NISM), dengan menggunakan lebar sepur 1435 mm. Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari kemudian dilakukan pengambil alihan stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai kolinal Jepang.

Puncaknya ketika pengambil alihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung tanggal 28 September 1945, yang hingga kini diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia. Hal ini juga sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).

Baca Juga : Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Rampung 2020


Peta wisata dan jalur kereta api di Jawa tahu 1938. (Foto: Commons Wikimedia)

Ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1946, Belanda membentuk kembali perkeretaapian di Indonesia bernama Staatssporwegen/Verenigde Spoorwegbedrif (SS/VS), gabungan SS dan seluruh perusahaan kereta api swasta (kecuali DSM).

Baca Juga : Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Elevated atau Underground?

Berdasarkan perjanjian damai Konfrensi Meja Bundar (KMB) Desember 1949, dilaksanakan pengambilalihan aset-aset milik pemerintah Hindia Belanda. Pengalihan dalam bentuk penggabungan antara DKARI dan SS/VS menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) tahun 1950.

Pada tanggal 25 Mei DKA berganti menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Pada tahun tersebut mulai diperkenalkan juga lambang Wahana Daya Pertiwi yang mencerminkan transformasi Perkeretaapian Indonesia sebagai sarana transportasi andalan guna mewujudkan kesejahteraan bangsa tanah air.


Madoera Stoomtram Maatschappij yang lewat di Telang-Bangkalan, sekitar 1969. (Foto: Commons Wikimedia)

Selanjutnya pemerintah mengubah struktur PNKA menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) tahun 1971. Dalam rangka meningkatkan pelayanan jasa angkutan, PJKA berubah bentuk menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) tahun 1991.

Baca Juga : Ada Ritual Khusus di Stasiun Pasar Senen

Perumka berubah menjadi Perseroan Terbatas, PT. Kereta Api (Persero) tahun 1998. Pada tahun 2011 nama perusahaan PT. Kereta Api (Persero) berubah menjadi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan meluncurkan logo baru.

Tag: kecelakaan kereta api hari kereta api nasional vistory

Bagikan: