Hottest Issue Pagi, 22 Oktober 2018

Tim Editor

Hottest Issue Pagi 22 Oktober (Mahesa/era.id)

Jakarta, era.id - Mengawali pekan ini, tim era.id telah merangkum sejumlah informasi menarik yang mungkin kalian lewatkan pada akhir pekan kemarin. Termasuk tulisan khas era.id yang akhirnya kembali tayang di mana pada tema kali ini kami menelusuri fenomena FTV 'Azab-azaban'.

Hah, selain itu masih ada sejumlah informasi menarik lainnya yang telah kami rangkum dalam hottest issue pagi kali ini. Mulai dari pertarungan sengit Indonesia vs Qatar, Facebook yang kini memiliki War Room, Debat Capres di lingkungan kampus, semuanya terangkum dalam artikle pagi ini buat menemani kalian mengawali pagi.

1. Debat Capres di Kampus

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto–Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengusulkan debat capres dan cawapres yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) diselenggarakan di kampus. Usulan itu menuai beragam reaksi, baik dari kalangan akademisi maupun dari kubu lawan.



Menanggapi hal itu,  Peneliti senior dan pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menilai usulan debat capres dan cawapres diselengarakan di area kampus sebagai gagasan yang baik.

Hal tersebut tak menjadi masalah bila dilakukan di lingkungan kampus, apalagi hanya memperdebatkan visi misi para calon dan bukan untuk berkampanye.

Baca Juga: Tak Masalah Debat Capres di Kampus, Asal Bukan Kampanye 

"Kalau menurut saya tidak apa-apa (debat capres-cawapres di kampus). Kan lagi memperdebatkan visi misi, bukan (untuk) ‘pilihlah saya’ (kampanye), bukan," kata Siti kepada wartawan di Anomali Cafe, Teuku Cik Ditro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

Siti bilang, setiap paslon memang punya tanggung jawab untuk menyampaikan visi misinya kepada masyarakat dan pemilih cerdas termasuk kalangan akademisi. 

2. Pesan Tak Sampai FTV Azab-azaban

Selama akhir pekan kemarin, tim era.id telah membahas film FTV religi yang bertema 'Azab-azaban'. Bukannya menyinggung kisah dari hukuman Tuhan kepada manusia melalui peran antagonis yang dimainkan aktor hingga akhir hayatnya. Tim era.id hanya mendapati jika pesan moral, FTV ini tak sampai kepada penontonnya dan justru menjadi bahan olok-olokan di media sosial.

Menurut Muzayin Nazaruddin dalam Menonton Sinetron Religius, Menonton Islam Indonesia menjelaskan gamblang, lewat tayangan FTV religi yang terus dipaparkan kepada masyarakat saat ini. Menurutnya, FTV bertema religi itu malah justru merepresentasikan Islam sebagai agama yang irasional. 
 

Alasannya, pertama, Islam memandang realitas secara ekstrim hitam-putih. Misalnya pemeran jahat atau antagonis dalam satu FTV bergenre religi ini dibuat selalu berada dalam keadaan yang memiliki power besar. Misalnya seorang tokoh antagonis yang digambarkan sebagai seorang pemimpin geng penjahat yang brutal, dikenal masyarakat sebagai penjahat yang tidak punya belas kasihan, sampai penggambaran bahwa si tokoh antagonis tersebut merupakan seorang residivis dan durhaka.

Baca Juga: Mengintip Dapur Produksi FTV 'Azab-azaban'

Kemudian yang kedua adalah penggambaran tokoh protagonis yang merepresentasikan sosok muslim ideal yang tidak sesuai dengan realitas yang ada. Muslim ideal selalu digambarkan tabah dan pasrah. Jika dilihat dari sisi kontrasnya, muslim ideal yang digambarkan tersebut digambarkan seolah-olah mereka tidak perlu bekerja keras, karena Tuhan yang akan memberikan kesuksesan melalui cara-Nya sendiri, tidak perlu membela hak-haknya jika dianiaya. Sosok muslim ideal ala sinetron religius ini bergitu naif dalam memandang dunia.
 

Selain itu, hal yang tidak sesuai dengan realitas lainnya adalah penggambaran sosok ustaz dan Alquran yang berfungsi sebagai pengusir makhluk halus. Dalam beberapa sinetron religius tersebut, sosok ustaz biasanya dimunculkan di akhir film dan hanya sebentar. 

Baca Juga: Fiksi Bertema Azab Menembus Dinding Waktu

Tidak hanya itu, dalam sinetron religi, salah satu tayangan yang sering muncul sebagai pamungkas dari scene akhir adalah adegan kematian dan proses penguburan yang penuh keanehan dan mengerikan. Misalnya, salah seorang tokoh dalam film meninggal dengan kepala melepuh sehingga wajahnya menyeramkan, meninggal tertimpa meteor, jenazah dan liang kuburnya yang penuh lintah, dan lain sebagainya. Padahal sangat jarang peristiwa tersebut.

3. Facebook War Room



Amerika Serikat (AS) akan melangsungkan pemilu parlemennya, guna menangkal berita atau informasi hoaks yang terjadi saat pemilu Facebook mengumumkan telah memiliki 'War Room'. Sebuah ruangan khusus untuk memantau dan melindungi platformnya dari oknum-oknum yang akan mengacaukan jalannya pemilu dengan menyebar informasi palsu.

Hal ini telah disadari oleh Facebook, dengan melihat dinamika trafic penggunanya dalam menyebarkan informasi ke media sosial. Tak terkecuali platform-nya yang kerap kali jadi sumber informasi bohong atau hoaks.

War Room milik Facebook ini telah diuji coba untuk mendeteksi konten-konten hoaks pada saat pemilu di Brazil, salah satunya mengatakan kalau jadwal pemilu akan diundur karena ada protes nasional. Meski informasi itu tetap viral, namun pusat kendali kontrol itu berhasil meminimalisir penyebaran informasi di Facebook.

"Kami dengan cepat mendeteksi masalah, menetapkan bahwa ada postingan yang melanggar kebijakan kami dan menghapusnya dalam waktu kurang dari satu jam. Dan dalam dua jam, kami telah menghapus versi lain dari postingan hoax yang sama," ujar Samidh Chakrabarti, Director of Product Management, Civic Engagement Facebook diblog resmi Facebook, Minggu, (20/10/2018).

4. PDIP Gaet 80 Persen Suara untuk Jokowi-Ma'ruf di Bali

PDI Perjuangan menargetkan perolehan suara hingga 80 persen untuk pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, target tersebut diyakininya bisa tercapai selama partainya menjaga solidaritas dan bergotong royong.

"Bali secara khusus mendapat penghormatan dari Ibu Ketua Umum, di Bali lah dideklarasikan Pak Jokowi kembali diusung sebagai capres. Karenanya, target suara nanti untuk Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin minimal 80 persen," kata Hasto saat membuka  Rapat Koordinasi Daerah DPD PDI Perjuangan Bali, di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Minggu, seperti dikutip dalam siaran persnya, Minggu (21/10/2018).

Baca Juga: PDIP Targetkan 80 Persen Suara untuk Jokowi-Ma'ruf di Bali

Guna penuhi target tersebut, Hasto menekankan pentingnya sinergi kader, baik di struktural partai, di ekskutif, dan yang menjadi caleg. Menurutnya, semua pihak harus bergerak demi menjaga demi menjaga gesekan internal.

5. Sengit 6-5 Indonesia vs Qatar

Pertarungan sengit terjadi di laga Grup A Piala Asia U-19 antara Qatar dengan Indonesia. Meski pada akhirnya Garuda Muda takluk dengan skor akhir 5-6 untuk kemenangan Qatar.

Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (21/10), Indonesia sudah ketinggalan 1-4 di babak pertama. 

Digempur habis-habisan di babak pertama, tak menyurutkan semangat Garuda Muda. Indonesia memperkecil kedudukan via tendangan bebas Muhammad Lutfi Kamal Baharsyah. Di menit ke-56  Todd Rivaldo Ferre yang melakukan eksekusi manis yang menambah gol Indonesia.
 

Todd Rivaldo kembali mencetak gol sensasional, aksi solo run yang dilakukan melewati tiga pemain belakang Qatar dan menjebol gawang Qatar. Dengan hasil ini, Indonesia dan Qatar sama-sama mengumpulkan tiga poin di Grup A.
 

Tag: hottest issue

Bagikan: