Tangis Ayah Kala Melihat Sneakers Andrian Korban Lion Air

Tim Editor

Epi Samsul Komar menangis saat mengetahui anaknya menjadi korban JT 610. (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Tangis Epi Samsul Komar seketika pecah kala melihat sepasang sepatu sneakers anaknya, Muhammad Rafi Andrian, berada di antara barang-barang yang ditemukan Basarnas di hari ketiga pencarian korban pesawat Lion Air JT 610.

"Sepatu anak saya, itu ada sepatu anak saya," ujar Epi sembari menangis sesenggukan di posko evakuasi Lion Air di dermaga JICT II, Jakarta Utara, Rabu (31/10/2018).

Raut kesedihan betul-betul tergambar jelas di wajah Epi saat mengamati sepatu anaknya. Dengkulnya lemas tak kuat menopang tubuhnya. Sejurus kemudian, dia dipapah beberapa rekannya duduk ke dalam posko evakuasi.


Temuan sejumlah barang penumpang Lion Air JT 610. (Diah/era.id)

Terbayang jelas di benak Epi sebelum insiden nahas itu terjadi. Saat itu Rafi Andrian izin berangkat ke Jakarta untuk menonton pertandingan sepak bola Timnas U19 melawan Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Dia kemudian memilih penerbangan pagi menggunakan pesawat teregistrasi PK-LQP, karena mengejar waktu untuk bekerja di Pangkal Pinang.

Tak hanya sepatu Andrian yang ditemukan Basarnas. Beberapa sepatu dengan model dan ukuran berbeda juga berbaris rapi di posko evakuasi Lion Air di dermaga JICT II. Sejumlah barang lain seperti tas, jaket, pakaian, serta dokumen pribadi milik penumpang JT 610 pun ditemukan. 




Temuan sejumlah barang penumpang Lion Air JT 610. (era.id)

Epi juga menemukan buku tabungan atas nama anaknya, yang semakin menguatkan keyakinan kalau Muhammad Rafi Andrian benar-benar menjadi penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang tersebut.

"Saya yakin anak saya masih di pesawat, sepatunya hancur. Tadi juga sudah ketemu buku tabungan atas nama anak saya. Sepatunya enggak boleh dibawa untuk kepentingan tim Basarnas," ucap Epi.

Meski berat menerima kenyataan, Epi mencoba mengikhlaskan Andrian. "Saya sudah ikhlas, tapi saya ingin lihat jasad anak saya," pinta Epi.

Diketahui sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang berangkat dari Jakarta pada pukul 06.20 WIB dan diperkirakan mendarat di Pangkalpinang sekitar pukul 07.05 WIB. Namun, berdasarkan informasi dari air traffic control, pesawat tersebut kehilangan kontak pukul 6.50 WIB dan dipastikan jatuh di laut perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sebelum hilang kontak, pesawat ini sempat meminta untuk kembali ke base. Pesawat ini membawa 178 penumpang dewasa, seorang anak dan dua bayi, dengan pilot, kopilot, dan enam awak pesawat.


(Ilustrasi/era.id)

Tag: lion air jatuh

Bagikan: