Posko Trauma Healing untuk Mereka yang Ditinggalkan

Tim Editor

Posko Trauma Healing RS Polri. (Wardhany/era.id)

Jakarta, era.id - Selain fokus pada proses identifikasi jenazah korban pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang, RS Polri juga konsentrasi menangani trauma healing bagi para keluarga korban. 

Hal ini ditunjukkan dengan berdirinya posko trauma healing di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Posko ini terletak di Gedung Promoter, RS Polri. Lokasinya pun agak tertutup karena berada di sudut rumah sakit. 

Saat memasuki posko, hawa sejuk pun begitu terasa. Alat pendingin ruangan bekerja dengan baik di setiap sudut ruang. Terlihat kursi-kursi untuk keluarga korban JT 610 berjajar rapih. Selain itu, televisi untuk memantau perkembangan evakuasi korban pun disediakan.

Baca Juga : Menjadi 'Telinga' untuk Keluarga Korban Lion Air JT 610


Suasana posko trauman healing. (Wardhany/era.id)

RS Polri menyediakan 20 psikolog untuk membantu melakukan pendampingan, terutama untuk penyembuhan trauma keluarga korban. Psikolog ini berasal dari Biro Psikologi Mabes Polri, Psikologi Polda Metro Jaya, RS Polri, Himpinan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dan TNI Angkatan Udara. Saat ini, Mereka juga telah melakukan pendampingan terhadap 53 keluarga korban.

"Saat ini sudah ada 53 keluarga yang menjalani pendampingan dan tidak hanya keluarga korban, tapi juga dari petugas. Jadi siapa pun yang butuh pendampingan, kita dampingi," ungkap Kepala RS Polri Kramat Jati Kombes Musyafak di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2018).

Pendamping psikologis, AKP Angela, menjelaskan, saat ini kondisi keluarga korban cukup beragam. "Kondisi keluarga, jawabannya luas. Mulai dari yang terima sampai tidak terima saat informasi kita sampaikan," ujarnya.

Baca Juga : Tangis Ayah Kala Melihat Sneakers Andrian Korban Lion Air

Kebanyakan dari keluarga korban itu, disebut Angela, memang sengaja datang kepada timnya karena sudah tak sanggup menghadapi beban emosi.

"Mungkin mereka datang mengungkapkan rasa lelah, curhat, atau tidak terima. Sedih, kecewa, belum terima keadaan dan datang kami lakukan pendampingan psikologis," kata Angela.


(Infografis/era.id)

Diketahui sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang berangkat dari Jakarta pada pukul 06.20 WIB dan diperkirakan mendarat di Pangkalpinang sekitar pukul 07.05 WIB.

Namun, berdasarkan informasi dari air traffic control, pesawat tersebut JT 610 kehilangan kontak pukul 6.50 WIB dan dipastikan jatuh di laut perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sebelum hilang kontak, pesawat ini sempat meminta untuk kembali ke base.

Pesawat ini membawa 178 penumpang dewasa, seorang anak dan dua bayi, dengan pilot, kopilot, dan enam awak pesawat.

Tag: lion air jatuh

Bagikan: