AS Hingga Jerman Sudah Punya Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Tim Editor

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Instagram pribadi)

Jakarta, era.id - Turki butuh dukungan dari dunia untuk terus bisa mendesak Arab Saudi membongkar kematian Jamal Khashoggi. Salah satu taktiknya dengan memberikan rekaman-rekaman terkait pembunuhan Khasshoggi kepada Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Inggris bahkan hingga Arab Saudi.

"Kami berikan rekaman-rekaman itu. Kami berikan kepada Arab Saudi, ke Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris. Mereka telah mendengarkan semua percakapan yang ada di dalamnya. Mereka tahu," kata Presiden Recep Tayyip Erdo?an seperti dilansir dari media Turki, Daily Sabah, Sabtu (10/11/2018).

Rekaman itu adalah bukti penting bagaimana seorang kolumnis Washington Post itu bisa tewas 2 Oktober lalu di konsulat Saudi. Turki mengklaim sudah berhasil mengamankan itu. Sejak itu pula, media-media Turki, menggunakan narasumber anonim merujuk pada rekaman itu, terus mengabarkan perkembangan kematian Saudi. Imbasnya, Saudi yang semula membanyah, akhirnya mengakui Khashoggi tewas di konsulat.

Ketika berbicara menjelang keberangkatan ke Prancis untuk menghadiri acara memperingati ulang tahun ke-100 berakhirnya Perang Dunia Satu, Erdogan mengimbau Arab Saudi mengidentifikasi pembunuh di antara 15 orang anggota tim yang tiba di Turki beberapa hari sebelum pembunuhan Khashoggi.
'

Jamal Khashoggi (Ilustrasi dipersembahkan Mahesa/era.id)

"Tak perlu memutarbalikkan isu ini, mereka tahu pembunuh itu, atau para pembunuh itu. di antara 15 orang ini. Pemerintah Arab Saudi dapat mengungkap ini dengan memerintahkan 15 orang ini bicara," kata Erdogan.

Erdogan juga menuding Mojeb - yang mengunjungi Istanbul untuk membahas investigasi itu dengan rekan sekerjanya dari Turki dan memeriksa konsulat Istanbul - menolak bekerja sama, pada gilirannya menunda penyelidikan.

Dari Washington, kantor berita Turki Anadolu melaporkan Presiden Erdogan pada Jumat (2/11) mengatakan perintah membunuh Khashoggi datang dari tingkat tinggi Pemerintah Arab Saudi.

Di dalam pendapat yang disiarkan di The Washington Post, Erdogan mengatakan Turki mengenal para pelaku di antara 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi.

"Kami juga mengetahui orang-orang itu datang untuk melaksanakan perintah mereka: Bunuh Khashoggi dan pergi. Akhirnya, kami mengetahui bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari tingkat paling tinggi di Pemerintah Arab Saudi," kata Erdogan.

Presiden tersebut mengatakan upaya Turki membuat dunia mengetahui Khashoggi dibunuh dengan cara darah dingin oleh pasukan pembunuh, demikian Anadolu.

"Tapi ada yang lain, pertanyaan yang tak kalah penting yang jawabannya akan memberi sumbangan bagi pemahaman kita mengenai tindakan sengaja ini," kata Erdogan, termasuk keberadaan mayat Khashoggi, identitas "pelaku lokal" yang diberikan jenazah, dan siapa yang memerintahkan pembunuhan tersebut.

"Sayangnya, Pemerintah Arab Saudi telah menolak untuk menjawab semua pertanyaan itu," kata Erdogan, yang berjanji akan terus mengajukan pertanyaan tersebut -- yang katanya penting bagi penyelidikan Turki mengenai pembunuhan tersebut.

Trump dan Macron Setelah mengadakan pertemuan pada sabtu di Paris, Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Prancis Emmanuel Macron sepakat pihak Saudi perlu mengungkap pembunuhan Khashoggi, kata satu sumber kepresidenan Prancis.

Mereka juga setuju soal itu jangan sampai menimbulkan ketakstabilan lebih jauh di Timur Tengah dan hal itu dapat menciptakan peluang untuk menemukan resolusi politik atas perang di Yaman, kata pejabat tersebut.
 

Tag: jamal khashoggi

Bagikan: