MBS Akhirnya Buka Suara soal Kematian Khashoggi

Tim Editor

Pangeran Mohammed bin Salman (Twitter @Mohamme88819167)

Jakarta, era.id - Untuk pertama kalinya Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) buka suara soal kasus pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi di kompleks konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Ini adalah pernyataan secara terbuka pertama MBS, selaku pengausa de facto Kerjaan Arab Saudi sejak mencuatnya pembunuhan brutal Khashoggi, dalam sebuah film dokumenter PBS Martin Smith yang berjudul Putra Mahkota Arab Saudi. Film itu rencananya akan disiarkan pekan depan menjelang peringatan kematian Khashoggi.

"Saya bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun lalu yang dilakukan oleh agen Saudi, karena itu terjadi di bawah pengawasan saya," ucap MBS, dikutip Al Jazeera, Kamis (26/9/2019).

Baca Juga: Rekaman CCTV Ungkap Proses Pemindahan Jenazah Khashoggi

Saat ditanya soal kronologi pembunuhan itu terjadi tanpa diketahui MBS, ia menjawab kalau di Arab Saudi terdapat 20 juta orang dengan kerajaan yang memilki tiga juta pegawai pemerintah. 

Sementara itu, MBS kembali dicecar dengan pertanyaan bagaimana para pelaku pembunuhan Khashoggi dapat mengakses dan menggunakan jet pribadi permintah Saudi.

"Saya memiliki pejabat, menteri untuk mengurus banyak hal dan mereka bertanggung jawab. Mereka memiliki wewenang untuk melakukan hal itu," ucap MBS, seperti dikutip Reuters.

Siapa Jamal Khashoggi?

Jamal Khashoggi merupakan orang Arab Saudi yang pindah kewarganegaan menjadi Amerika Serikat dan bermukim di sana. Berprofesi sebagai kolumnis di harian ternama, Washington Post, Khashoggi vokal mengkritik kebijakan Pangeran Mahkota pada Perang Yaman.

Ia kemudian dilaporkan hilang ketika mengambil dokumen pernikahannya di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Khashoggi kemudian dilaporkan tewas dalam pertengkaran di gedung Konsulat. Arab Saudi sebelumnya membantah laporan itu tapi pada akhirnya mengakui bahwa Jamal Khashoggi tewas oleh para agen nakal Saudi. 

Seperti diberitakan Reuters, mantan penasihat tertinggi kerajaan Saud al-Qahtani telah memberikan perintah melalui Skype kepada pelaku pembunuhan serta memberi arahan tentang bagaimana cara untuk menghabisi Khashoggi. Otoritas Saudi telah mengadili 11 tersangka dalam persidangan yang digelar secara rahasia. Namun, dari hanya beberapa kali digelar.

Baca Juga: AS Pastikan Saudi Hukum Pembunuh Khashoggi


Ilustrasi (era.id)

Hampir satu tahun kematiannya, jasad Jamal Khashoggi masih belum diketahui keberadaannya. Para penyelidik Turki sebelumnya mengatakan bahwa jasad wartawan itu telah dimutilasi dan dihancurkan mengenakan cairan asam.

Tunangannya, Hatice Cengiz yang merupakan orang terakhir yang melihat Khashoggi memasuki Konsulat mengatakan bahwa sampai saat ini dunia belum melakukan apa pun atas kasus pembunuhan Khashoggi.

"Saya tidak bisa mengerti bahwa dunia masih belum melakukan apa-apa tentang hal ini. Saya masih tak melihat adanya rasa kemanusiaan," ucapnya saat diundang ke Gedung Putih pada Mei silam, dikutip Reuters.

Respon global pada kematian Khashoggi

Kematian kolumnis Washington Post ini memicu kecaman global, membahayakan rencana ambisius Saudi untuk menjadi eksportir utama minyak dunia, bahkan merusak reputasi Mohammed bin Salman. Sejak saat itu, MBS tidak melakukan kunjungan ke benua Amerika atau Eropa.

Kasus yang dinilai tidak transparan ini juga membuat Arab Saudi menerima sejumlah sanksi dari negara sekutunya. Seperti pemblokiran penjualan senjata ke Saudi yang dilakukan oleh Denmark, Finlandia, Jerman, serta Kongres AS yang menolak permintaan penjualan oleh pemerintahan Trump.

Baca Juga: Diam-Diam Arab Saudi Jual Bangunan Tempat Eksekusi Jamal Khashoggi

Selain itu, sejumlah laporan dari pemerintahan Barat, seperti dari CIA dan PBB telah menyatakan bahwa Pangeran Mahkota berada di belakang kasus pembunuhan Khashoggi. Namun, laporan itu dibantah pihak Kerajaan Arab Saudi.

Laporan terakhir tentang pembunuhan Khashoggi diungkap oleh Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi Ekstrayudisial, Ringkasan, dan Arbitrasi, Agnes Callamard. Dalam laporan 99 halaman, dengan bukti percakapan rekaman saat pembunuhan terjadi, Callamard menyimpulkan bahwa MbS merupakan aktor di balik pembunuhan itu.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan kepada Reuters pada Juni silam bahwa pemerintah Trump telah menekan Riyadh untuk menunjukkan kemampuan nyata dalam kasus Khashoggi dan meminta pertanggungjawaban dari para pelaku pembunuhan. 

Tag: jamal khashoggi perubahan arab saudi putra mahkota mohammed bin salman

Bagikan: