Peringati Maulid Nabi, Ma'ruf Amin: Tauladani Sifat Toleransi Rasul

Tim Editor

Cawapres nomor urut 02 Maruf Amin (dok istimewa)

Medan, era.id - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menghadiri peringatan Maulid Nabi di Medan, Sumatera Utara. Dalam tausiahnya, Ma'ruf berpesan kepada jemaah yang hadir untuk mentauladani sifat dari Nabi Muhammad SAW, terkhusus dalam menjaga sikap toleransi dan tidak saling bertengkar.

"Karena keteladanan beliau patut dicontoh. Nabi Muhammad tokoh tiada tara di dunia ini. Karena beliau telah mengubah masyarakat jahiliah menjadi masyarakat khairat umat," kata Kiai Ma'ruf dalam keterangan tertulisnya di Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/11/2018).

Turut hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi itu, Ustaz Yusuf Mansur, Wali Kota Binjai Muhammad Idaham dan menantu Joko Widodo Bobby Siregar.

Maruf amin di peringatan Maulid Nabi di Medan

Lebih lanjut, dalam tausyiahnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebut Islam mengajarkan soal sikap toleransi. Ia pun mencontohkannya dalam bentuk toleransi antar pendukung partai di tahun politik ini.

"Jadi berbeda partai pun, harus toleran juga. Sesama anggota partai tidak perlu bertengkar. Berbeda capres, sebagai bangsa, kita harus tetap rukun. Inilah namanya toleran. Lakum dinukum waliyadin," lanjutnya. 

Ma'ruf menjelaskan perilaku cinta dan kasih sayang diantara sesama harus diutamakan. Ia mengibaratkan, hubungan satu manusia dengan sesama bagaikan anggota tubuh manusia. Sehingga, kalau satu anggota tubuh merasa sakit maka anggota tubuh yang lain juga akan sakit.

"Ini yang kita pahami. Maka berbeda agama, berbeda suku, tetap kita membangun mawaddah wa rahmah. Bukan saling membenci dan saling memusuhi," jelas Ma'ruf.

Mantan Rais Aam PBNU ini kemudian menyebut, dirinya prihatin dengan sejumlah konflik yang terjadi sejumlah negara Timur Tengah. Ia prihatin dengan adanya pembunuhan sesama umat Islam yang terjadi di Suriah, Yaman, dan Afganistan. Secara tegas, ia minta agar umat Islam di Indonesia tak seperti itu.

"Karena kita berpegangan pada prinsip ukhuwah islamiyah, sesama umat Muslim, sesama warga negara Indonesia," ungkapnya.

Menutup tausyiahnya, Ma'ruf mengingatkkan kembali yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mengubah perilaku umatnya, selama hampir 21 tahun. Kala itu, ia mengajak umatnya untuk berhijrah dengan sangat santun tanpa ada kekerasan sedikitpun.

Hal yang sama, disebut Ma'ruf juga digunakan para Kiai di Indonesia pada zaman dulu. Di mana para Kiai tak menggunakan upaya-upaya kekerasan maupun mengejek ajaran agama apapun, hingga Indonesia mampun menjelma jadi negara muslim terbesar di dunia seperti ini.

"Sebagian besar kita ini adalah umat Muslim. Dengan kesukarelaan, tidak ada paksaan. Tidak ada paksaan dalam agama. Tidak ada intimidasi. Tidak ada teror," tutupnya.
 

Tag: maulid nabi 2018 ketua mui maruf amin

Bagikan: