Rupiah Kendor, Dolar AS Kembali Bertengger di Rp14.500

Tim Editor

Ilustrasi rupiah (Pixabay)

Jakarta, era.id - Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai mengendor. Hal ini terbukti dari mata uang Paman Sam yang kembali bertengger di kisaran Rp14.500.

Mengutip data perdagangan Reuters, Rabu (28/11/2018) pukul 16.25 WIB, dolar AS dibanderol Rp14.514 dengan pergerakan hingga level tertingginya Rp14.540. Hal ini menjadikan rupiah ditutup melemah 0,28 persen dibandingkan mata uang negara-negara Asia.



Di sisi lain, dolar yang ditransaksikan antar bank di Jakarta masih berada pada kisaran Rp14.500. Seperti Bank BCA yang kembali menjual dolar AS dengan harga Rp14.536, sementara Bank Mandiri menjual dolar dengan angka tertinggi pada Rp14.600.

Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah kembali berada dalam area negatif seiring kembali munculnya kekhawatiran perang dagang.

Data perdagangan Bank BCA, pada pukul 16.45 WIB

"Dolar AS kembali meningkat terhadap sejumlah mata uang di kawasan Asia setelah Presiden AS Donald Trump menunjukan tidak akan melunak dengan Tiongkok terkait penentuan tarif barang impor," kata Reza seperti dikutip dari Antara.

Kendati demikian, lanjut dia, pelemahan rupiah relatif masih terbatas di tengah masih kuatnya keyakinan pasar terhadap ekonomi nasional.

"Bank Indonesia memperkirakan ekonomi masih bisa tumbuh di rentang 5-5,4 persen. Diharapkan, sentimen positif dari dalam negeri itu berimbas positif pada pergerakan rupiah," katanya.

Sementara itu, Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan pasar masih dibayangi ancaman Trump terhadap China yang akan mengenakan tarif tambahan dari 10 persen menjadi 25 persen terhadap barang-barang impor dari China senilai 267 miliar dolar AS, berlaku pada 1 Januari 2019.

"Diharapkan ada kesepakatan yang bisa terjadi pada pertemuan G20 pada akhir pekan ini," tutupnya.

 

Tag: nilai tukar rupiah dolar as

Bagikan: