Awal Pekan Dolar AS Masih Bertengger di Rp15.200

Tim Editor

Ilustrasi dolar (Pixabay)

Jakarta, era.id - Dolar Amerika Serikat (AS) masih bertengger dikisaran Rp15 ribu. Membuka perdagangannya awal pekan ini, mata uang Paman Sam ini kembali menyentuh level Rp15.200.

Mengutip data perdagangan Reuters, Senin (15/10/2018), dolar AS dibuka di Rp 15.200 dan terus naik hingga mencapai posisi tertingginya pagi ini di Rp 15.241.

Secara year to date (ytd) atau dari awal tahun hingga saat ini, dolar AS sudah menguat terhadap rupiah sebesar 12,33 persen.



Ini jadi hari ke-12, dolar AS bertengger di level Rp15.200, sejak  2 Oktober 2018 dolar menembus level Rp15.000. Setelah hari itu dolar AS setiap harinya terus menguat, bahkan pada 9 Oktober 2018 dolar AS sempat sentuh level Rp 15.230.

Meskipun pada keesokan harinya pada 10 Oktober, rupiah berhasil meredam penguatan dolar AS. Namun dolar AS masih bertahan di level Rp15.200.

keesokan harinya pada 10 Oktober 2018, rupiah sempat menguat. Namun dolar AS masih bertengger di level Rp 15.203. Kemarin Dolar AS masih bertahan di level Rp 15.200.



Mengutip Antara, Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong bahwa sentimen perang dagang kembali membebani laju mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Beredar kabar Presiden AS Donald Trump siap meningkatkan tarif impor lebih lanjut terhadap produk Tiongkok," ujarnya.

Adanya komentar kontra dari Presiden Trump terhadap kebijakan The Fed untuk menaikkan suku bunganya ditanggapi positif dan dinilai dapat menahan potensi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut.
 
Di sisi lain, pergerakan dolar AS cenderung melemah di pasar valas Asia setelah pelaku pasar merespons rilis kenaikan di bawah ekspektasi dari indeks harga konsumen. 

Di tengah situasi eksternal yang kurang kondusif, lanjut Lukman, membuat investor cenderung menahan diri untuk masuk ke aset negara berkembang, termasuk Indonesia yang akhirnya memicu tekanan pada nilai tukarnya.

Tag: nilai tukar rupiah dolar as rupiah keok

Bagikan: