Acungkan Dua Jari, Anies Dilaporkan ke Bawaslu

Tim Editor

Gubernur DKI Anies Baswedan mengacungkan salam dua jari (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12) kemarin, berujung masalah.

Dalam sambutannya, Anies sempat mengacungkan jari telunjuk dan jempol yang meyerupai simbol pendukung paslon nomor urut 2 di Pilpres 2019 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kepada peserta konferensi.

Ia pun dilaporkan oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) atas dugaan pelanggaran pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Diduga, Anies melanggar Pasal 281 ayat (1) yang menyebut bahwa seorang kepala daerah yang ingin berkampanye diwajibkan untuk mengajukan cuti.


Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) melaporkan Anies ke Bawaslu. (Diah/era.id)

"Ini membuktikan bahwa di hari Senin itu sebagai pejabat publik yang harusnya ada di kantornya, tapi ternyata dia diundang oleh partai Gerindra dalam rakornasnya dia ke Sentul yang notabennya bukan berada di Provinsi DKI Jakarta," ucap Juru Bicara GNR Agung Wibowo di Kantor Bawaslu RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).

Yang dipermasalahkan Agung adalah ungkapan simbol dari Anies. Acungan telunjuk dan ibu jari tersebut telah menjadi simbol pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Simbol ini, diakuinya, memang mirip seperti simbol Jak Mania, tapi Agung yakin maksud Anies adalah untuk mengampanyekan paslon nomor urut 02.

"Ini adalah preseden buruk bagi kepala daerah. Anies adalah Gubernur DKI Jakarta, yang notabenenya sebagai barometer seluruh Indonesia," ucap dia.

Dirinya pun memahami bahwa dalam dugaan pelanggaran Pasal 281 di UU Pemilu tidak ada sanksi yang dikenakan. Maka, ia hanya meminta agar Bawaslu memberi teguran kepada Anies untuk mematuhi peraturan pemilu yang berlaku.

"Kami minta diklarifikasi. Kami hanya memberikan peringatan saja kepada Bawaslu bahwa ini ada sebuah indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat publik," tuturnya.


Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) melaporkan Anies ke Bawaslu. (Diah/era.id)

Terpisah, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono mengonfirmasi bahwa Anies telah mengajukan perizinan untuk menghadiri acara dalam status sebagai Gubernur DKI.

"Jika dalam status sebagai gubernur, maka ia tidak dalam posisi untuk kampanye, sehingga tidak perlu cuti. Aturannya, kepala daerah dan wakil kepala daerah yang hendak berkampanye diharuskan untuk cuti satu hari selama sepekan," ujar Soni saat dihubungi.

Soni memang menyayangkan acungan dua jari yang dilakukan Anies. "Dalam hal ini, kesalahan lebih pada mengacungkan dua jari tanda kampanye Prabowo-Sandi, padahal harusnya diam," kata dia.

Lanjutnya, Soni bilang Kemendagri hanya akan memperingatkan saja. Untuk waktu mendatang, Anies masih boleh menghadiri acara partai sebagai gubernur, tapi tidak boleh memberikan simbol sebagai dukungannya.


Salam dua jari pendukung Prabowo-Sandi. (Twitter @SurYosodipuro)

Tag: pelanggaran kampanye

Bagikan: