Cerita Gereja Tua di Glodok

Tim Editor

Suasana Gereja Sion. (Riyan/era.id)

Jakarta,era.id - Gereja Sion, yang berada di Jalan Pangeran Jayakarta, kawasan Glodok, Jakarta Barat, merupakan salah satu gereja tua di Indonesia. Gereja itu sudah berdiri sudah 300an tahun dan sudah beberapa kali direnovasi.

Gereja ini bergaya kolonial dan kental nuansa arsitektur Portugis. Itu bisa dilihat dari mimbar khotbah yang memiliki ukiran gaya Portugis dan pilar-pilar yang menopang gereja tersebut.

Selain itu, lonceng yang dipunyai gereja ini merupakan hadiah Raja Portugis yang singgah ke Jakarta pada tahun 1600an. Lonceng itu diberikan untuk pengembangan agama Kristen di Batavia, nama Jakarta kala itu.

Sekertaris Umum Pelaksanaan Harian Jemaat GBIP Sion, Benny Watulingas, mengatakan ada beberapa benda yang masih asli dan dipertahan. Namun, ada juga bagian gedung yang sudah dianggap tidak layak dan direnovasi.



"Ada beberapa lampu tambahan serta kursi-kursi jemaat masih asli, juga beberapa jendela masih asli walaupun kacanya sudah ada yang diganti. Struktur altarnya masih asli dan terbuat dari kayu jati," ungkap Benny di lokasi, Senin (25/12/2017).

Di gereja ini pula, terdapat sejumlah peninggalan bersejarah seperti prasasti, dan sejumlah makam yang salah satunya adalah makam Gubernur Batavia Jendral Henric Zwaadcroon yang dikuburkan pada tahun 1667.



Selain itu, ada bangku bersejarah yang masih dipertahankan di gereja ini. Bangku tersebut sempat diduduki oleh beberapa tamu dunia yang singgah di gereja ini.

"Bangku ini baru pulang dari Singapura, mengikuti festival barang antik Indonesia," ujar Benny.

Bangunan ini sudah menjadi cagar budaya dan dilindungi lewat SK Gubernur DKI Jakarta nomor CB: II/I/12/72 tanggal 10 Januari 1972. Namun, ternyata gereja ini masih mengalami kendala pemeliharaan. Bantuan pemeliharaan terakhir kali terjadi pada tahun 2001 dan sampai saat ini belum ada lagi.

"Pengelolaan gereja dari kami jamaat, tapi kalau untuk pemeliharaan kan dari Pemprov DKI," ujar Benny.



 

Bagikan: