AS Dilanda Suhu Terdingin, Trump Malah Kepingin Global Warming
Tim Editor
| 31 Jan 2019 18:55
Presiden Donald Trump (Twitter @realdonaldtrump)
Chicago, AS, era.id - Sejumlah kota di kawasan tengah-barat Amerika Serikat (AS) dilanda cuaca ekstrim ala kutub utara. Bahkan suhu terendah di sana tercatat sampai minus 54 derajat Celcius.
Melalui akun Twitter pribadinya, Presiden AS Donald Trump mengomentari kondisi cuaca ekstrim itu. Ia menyebut suhu terdingin ini bahkan ada yang mencapai minus 60 derajat Celcius.
"Di Midwest yang indah, suhu angin dingin mencapai minus 60 derajat, suhu terdingin yang pernah tercatat," tulisnya di Twitter @realdonaldtrump, Kamis (31/1/2019).
In the beautiful Midwest, windchill temperatures are reaching minus 60 degrees, the coldest ever recorded. In coming days, expected to get even colder. People can’t last outside even for minutes. What the hell is going on with Global Waming? Please come back fast, we need you!
Trump juga memperkirakan cuaca akan semakin dingin dalam beberapa hari ked epan. Makanya, sambil bercanda dia malah berharap supaya pemanasan global segera terjadi.
"Apa yang terjadi dengan Global Warming? Tolong cepat kembali, kami membutuhkanmu," imbuhnya.
Tak sedikit warganet yang mengkritisi kicauan Trump soal pemanasan global dapat menghangatkan suhu dingin yang melanda AS. Warganet menilai Trump, tak paham dengan istilah dari perubahan iklim global saat ini.
Sebab menurut ilmuan ,pemanasan global merupakan istilah digunakan untuk merujuk pada kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia secara bertahap
Mengutip dari USA Today, Kamis (31/1/2019) suhu luar biasa dingin ini berdampak kepada 250 juta warga AS. Setidaknya 12 orang meninggal dunia akibat hipotermia. Suhu yang dingin juga memaksa ratusan sekolah dan beberapa instansi tutup.
Status darurat juga telah diberlakukan di sejumlah negara bagian, seperti Wisconsin, Michigan, dan Illinois hingga di daerah selatan yang biasanya lebih hangat seperti di Alabama dan Mississippi.