Luhut: Presiden Bohong Apanya?

Tim Editor

Menko Maritim Luhut Panjaitan (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Menko Maritim Luhut Panjaitan jengkel dengan tudingan kebohongan yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya soal infrastruktur pembangunan jalan dan dana desa.

“Anda semua paham, dana desa itu bisa digunakan. Makanya kenapa orang ribut membangun jalan desa bisa sampai 191.000 km? Ya, emang bisa (dicapai)," kata Luhut dalam acara Rakernas Indonesia Bersih, di Gedung Manggala Wanabakti, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Luhut menegaskan, sebagai mantan prajurit TNI, dirinya sudah banyak menyaksikan perkembangan Indonesia. Katanya, hal ini yang membuat dirinya tidak akan mengkhianati para komandan dan anak buahnya yang gugur di medan perjuangan.

Karena itu, Luhut menegaskan, dirinya tidak akan pernah berbohong untuk apa yang diucapkannya. Bagi dirinya, itu sama saja dengan berkhianat. Merasa turut andil dalam pembangunan negeri ini, Luhut mengaku, tidak terima tuduhan itu dialamatkan kepada Jokowi.

“Saya enggak akan pernah menceritakan cerita bohong. Dan saya ceritakan apa yang saya lihat, saya rasakan, dan saya bagian dari proses pengambilan keputusan itu. Makanya saya jengkel kalau orang bilang presiden bohong. Bohong apanya?” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai pernyataan Jokowi pada acara debat kedua calon presiden yang mengklaim sudah membangun infrastruktur jalan di desa mencapai 191.000 kilometer tidak sesuai fakta.

Menanggapi hal ini, Luhut mengatakan, dana desa yang diberikan pemerintah digunakan untuk membangun desa dan pernyataan Jokowi itu berdasarkan laporan dari salah satu desa.

“Saya lihat di satu desa sana, mereka bilang dananya jalan kok, pak. Kami bikin embung (cekungan penampung aliran air hujan), kami bikin jalan desa. Orang pikir bikin jalan tol yang dibuat Pak Basuki? Itu berbeda. Jadi semua ini bisa berjalan, semua ini untuk apa? (agar) ekonomi kita jalan,” tuturnya.

Menurut Luhut, program dana desa yang dijalankan pemerintah Indonesia menuai pujian dari World Bank. Hal ini, katanya, diungkap saat dirinya bertemu dalam acara Annual Meeting IMF World Bank di Bali.

“(World Bank) itu berikan apresiasi luar biasa terhadap program ini. Dia bilang 'this is the first program i've ever seen in my entire career'. Sepanjang karier saya ini baru pertama di seluruh dunia. Kemarin saya di Davos (Swiss), dia memuji penanganan kita terhadap dana desa ini. Dana desa di depan bapak-bapak ini memang luar biasa,” katanya.

“Jadi jangan katakan kita hanya bicara infrastruktur yang dibuat Pak Basuki. Secara bersamaan di bawah sana ada desa yang membuat kita bagus. Sehingga, rasio kita turun dari 0,41 ke 0,38 sekarang. Dan juga kemiskinan turun dari 10 persen ke 9,6 persen,” lanjutnya.

Mantan Menkopolhukam ini mengatakan, pencapaian ini semua akibat dana tersebut. Termasuk, katanya, hasil kerja keras semua stakeholder.

“Saya cek Pak Mendes ini sudah lebih dan ini semua bapak di kabupaten provinsi lihat ini. Saya sebagai senior bapak ibu sekalian dari segi umur, mungkin aspek pengalaman juga. Kita jangan bohongi diri kita pak. Jangan mendidik rakyat kita pembohong,” tutupnya.

Tag: pilpres 2019

Bagikan: