Hottest Issue Malam, Selasa 26 Februari 2019

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Selamat malam pembaca yang budiman! Menemani waktu sore kalian, ada sejumlah artikel menarik yang mungkin terlewatkan sejak pagi tadi. Ada kabar soal KPI Jawa Barat yang membatasi pemutaran lagu vulgar di radio dan TV, hingga soal ketatnya pengamanan Kim Jong Un saat tiba di Vietnam. 

1. KPI Jabar Batasi Pemutaran Lagu Vulgar

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menerbitkan surat pembatasan siaran lagu-lagu berbahasa Inggris di media penyiaran radio dan televisi. Hal itu disebabkan lirik lagu tersebut bermuatan konten dewasa.

Ketua KPID Jawa Barat Dedeh Fardiah mengatakan, berdasarkan pengaduan masyarakat dan pemantauan oleh otoritasnya, terdapat 86 lagu yang mengandung lirik tidak layak disiarkan pada jam reguler. 

Usai melakukan pengkajian sejak tahun 2018 dari seluruh lagu, lanjut Dedeh, terdapat 17 lagu yang dianggap bermaterikan lirik yang dapat diputar pada jam siaran dewasa yaitu mulai pukul 22.00-03.00 WIB.

Baca Juga : Larangan Lagu Versi KPI di Radio Adalah Sia-sia


Ilustrasi (Pixabay)

"Itu kebanyakan misalkannya ya, misalkan lagu itu tentang maaf nih kebanyakan tentang persetubuhan. Kemudian juga minuman juga ya, lagu itu tentang ciuman gitu. Ya bercumbu dan lain sebagainya. Nah kebanyakan hal-hal itu seperti itu. Tentang seks bebas, kemudian maaf ya istilahnya bahasa-bahasa yang tidak senonoh lah," kata Dedeh di Bandung, Selasa (26/2/2019). 

KPID Jawa Barat menambahkan, surat edaran tersebut sudah disebar ke seluruh media penyiaran yang ada di wilayah tersebut. Otoritas pemantau kebijakan penyiaran itu menjelaskan yang paling banyak menyiarkan lagu-lagu vulgar atau dewasa adalah stasiun radio dibandingkan stasiun televisi.

Ada 17 lagu yang dilarang diputar di jam reguler, mau tau apa saja? Baca artikel KPI Jabar Batasi Pemutaran Lagu Berlirik Vulgar.

2. Kisruh Pendukung Jokowi-Prabowo di Pamekasan

Aparat kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan, Jawa Timur, mencegah bentrok antara relawan pendukung calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Dilansir Antara, Selasa (26/2/2019), bentrok antara pendukung kedua pasangan ini terjadi saat massa pendukung Prabowo melakukan konvoi guna menjemput calon presiden nomor urut 02 itu yang hendak bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur.

Saat itu, sekelompok ibu-ibu langsung membentangkan spanduk di Jalan Pintu Gerbang Kelurahan Bugih, Pamekasan bertuliskan "Selamat Datang Prabowo Subianto di Kabupaten Pamekasan dan Kami Tetap Mendukung Jokowi".

Aksi ibu-Ibu itu sukses mendapat perhatian dari massa pendukung Prabowo yang sudah menunggu sejak tadi. Beberapa orang berbaju putih bertuliskan Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) langsung mendekati ibu-ibu yang membentangkan spanduk ucapan selamat datang kepada Prabowo Subianto itu.

Baca Juga : Hampir Saja Pendukung Jokowi-Prabowo Bentrok di Pamekasan

Massa FPI dan LPI hendak merampas spanduk yang dibentangkan. Namun tindakan itu segera dicegah aparat kepolisian Polres Pamekasan. Polisi pun mengadang dua massa pendukung calon presiden itu. Polisi meminta keduanya saling menjauh. 


Ilustrasi (era.id)

3. WNA Bisa Punya KTP Elektronik

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengakui bahwa Warga Negara Asing (WNA) dapat memiliki KTP elektronik bila sudah memenuhi aturan dalam Undang-undang Administrasi dan Kependudukan (Adminduk).

"Mengenai yang sedang viral, adanya tenaga kerja asing atau WNA yang memiliki KTP elektronik, yang perlu saya sampaikan bahwa WNA yang sudah memenuhi syarat dan memiliki izin tinggal tetap dapat memiliki KTP-elektronik, sesuai dengan UU Administrasi Kependudukan, sehingga tidak haram WNA punya KTP-Elektronik," kata Zudan di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, dilansir Antara, Selasa (26/2/2019).

Sebelumnya tersebar di media sosial mengenai foto KTP-El milik tenaga kerja asing dari China di Cianjur. Bentuk KTP-El WNA itu identik dengan KTP-El untuk WNI dan hanya dibedakan dari kolom kewarganegaraan dan masa berlaku yang tidak seumur hidup. KTP-El untuk WNA itu dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

"Syaratnya ketat, harus punya izin tinggal tetap yang diterbitkan dari Imigrasi. Nah ini jangka waktunya terbatas bukan seumur hidup, bisa satu tahun, dua tahun atau tiga tahun dan di dalam KTP-nya ditulis dengan warga negara mana, misalnya Singapura, Malaysia sehingga KTP-El itu tidak bisa digunakan untuk mencoblos karena syarat untuk mencoblos adalah WNI," tambah Zudan.

Untuk penjelasan lengkapnya baca Kemendagri: WNA Bisa Punya KTP Elektronik


Kartu Tanda Penduduk Elektronik (era.id)

4. Kim Jong Un Tiba di Vietnam

Pemimpin Negara Komunis Korea Utara Kim Jong Un sudah tiba di Vietnam dengan menggunakan kereta berlapis baja, dalam rangka melakukan pertemuan tinggi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam ini adalah pertemuan kedua Kim dan Trump sejak pertemuan mereka pada Juni tahun lalu di Singapura. Pada pertemuan ini diperkirakan akan membicarakan kesepakatan untuk program denuklirisasi total Semanjung Korea. 

Untuk sampai ke Vietnam, Kim menempuh perjalanan selama dua hari dengan jarak sekitar 2.800 mil daratan dari Pyongyang Korea Utara. Seperti dilansir dari media masa Vietnam, 24h.com.vn, kereta baja yang ditunggai Kim adalah kereta tanah peluru. Kendaraan lapis baja itu diketahui dilengkapi dengan telepon satelit, ruang rapat, ruang makan, dan kamar tidur terpisah. Untuk interiornya, jok pada kereta dilapisi kulit dan dilengkapi dengan TV layar lebar. Sementara dalam kereta itu Kim juga membawa mobil dengan tingkat keamanan kelas satu Mercedes-Benz S600.  

Sejak pertemuan pertamanya dengan Trump tahun lalu, Kim memang selalu terlihat sangat well-prepared ketika bepergian ke luar negara apalagi menyangkut pertemuan dengan negara yang pernah menjadi lawan politiknya. Pada pertemuan pertama Kim sampai membawa toilet pribadi pada pertemuan vital representatif kedua negara itu.

Baca Juga : Pengamanan Ketat untuk Kim Jong Un di Vietnam



5. Indonesia Perdana Rakit Kapal Selam

Indonesia memang sudah punya kapal selam. Tapi kapal selam yang mau diluncurkan PT PAL Indonesia Maret 2019 mendatang, terasa lebih istimewa. Inilah kapal selam perdana dirakit dalam negeri.

Sabar dulu. Kapal selam itu masih sedang persiapan beberapa proses dan prosedur untuk peluncuran tersebut. Termasuk urusan protokoler.

"Alhamdulillah saat ini sudah kami siapkan proses dan prosedur protokoler untuk melakukan peluncuran kapal selam tersebut, dan kemungkinan Maret 2019 akan kami luncurkan," kata Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh di Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/2/2019) seperti kami kutip dari Antara.

Kapal selam yang mau diluncurkan itu adalah pesanan ketiga TNI AL yang dipercayakan pembuatannya kepada PT PAL Indonesia, sebagai perusahaan galangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dua kapal selam sebelumnya telah lebih dahulu diserahterimakan. Tapi itu adalah hasil pembuatan gabungan antara PT PAL Indonesia bekerja sama dengan perusahaan galangan di Korea Selatan.

Untuk kapal selam yang akan diluncurkan, perakitannya dilakukan secara mandiri oleh anak bangsa di galangan PT PAL Indonesia yang berlokasi di kawasan Tanjung Perak Surabaya, setelah mendapat transfer teknologi dari Korea Selatan.


Bukan ini kapal selam yang dimaksud (Ilustrasi via Pixabay)

Tag: hottest issue

Bagikan: