Fredrich Yunadi Makin Lama Bisa Rasakan Lagi Kemewahan

| 22 Mar 2019 17:18
Fredrich Yunadi (dok era.id)
Jakarta, era.id - Majelis hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) memperberat vonis bagi advokat Fredrich Yunadi dari 7 tahun menjadi 7,5 tahun penjara. Tak hanya itu saja vonis ini diperberat dengan denda sebesar Rp500 juta subsidair 8 bulan kurungan. 

"Vonis diperberat enam bulan penjara karena adanya kesengajaan dengan tujuan (menghalangi penyidikan KPK) atau opzet als oogmerk. Itu sesuai permintaan jaksa penuntut umum," kata salah satu anggota majelis kasasi, Krisna Harahap, Jumat (22/3/2019) dikutip Antara.

Seperti yang kalian tahu, Fredrich merupakan mantan kuasa hukum eks Ketua DPR Setya Novanto dalam perkara korupsi KTP Elektronik (e-KTP). Di mana pada 9 Oktober tahun lalu, Pengadilan Tinggi Jakarta menjatuhkan vonis 7 tahun penjara buat Fredich. 

Mengutip dari website MA, duduk sebagai ketua majelis kasasi yakni hakim agung Salman Luthan, dengan anggota hakim agung Prof Dr Krisna Harahap dan hakim agung Syamsul Rakan Chaniago. 

Majelis berkeyakinan Fredrich dengan sengaja berusaha mencegah, merintangi, dan menggagalkan penyidikan yang sedang dilaksanakan KPK terhadap Setya Novanto.

"Putusan kasasi ini sudah sesuai rasa keadilan, dan pidana kurungan tambahannya kan dari 5 bulan jadi 8 bulan," ucap hakim agung Krisna.



Putusan kasasi itu masih lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut agar Fredrich divonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsidair 6 bulan kurungan. Di mana pada pengadilan tingkat pertama JPU KPK mengajukan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 28 Juni 2018.

Biar kalian ingat, sebagai pengacara Novanto, Fredrich Yunadi terbukti merekayasa kecelakaan dan perawatan rumah sakit di RS Medika untuk menghalangi penyidikan KPK, pada 16 November 2017 silam. Selain itu juga, melakukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi dengan alasan untuk proses pemanggilan terhadap anggota DPR harus ada izin dari Presiden.