Kasasi Ditolak, Meliana Tetap Dihukum 18 Bulan Penjara

Tim Editor

Ilustrasi Meliana (era.id)

Jakarta, era.id - Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Meliana yang mengkritik volume azan. Alhasil, Meliana harus tetap menjalani hukuman sebagaimana putusan sebelumnya yaitu 18 bulan penjara.

"Amar putusan, tolak," demikian tertulis di laman kepaniteraan MA melalui websitenya, Senin (8/4/2019).

Secara terpisah Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah telah membenarkan kalau perkara itu telah diputus. Hanya saja, Abdullah belum mengetahui apa alasan majelis hakim menolak kasasi Meliana.

"Alasannya saya juga belum tahu, jadi masih menunggu selesai minutasi putusan (pemberkasan perkara yang sudah diputus)," ujar Abdullah saat dikonfirmasi.



Adapun perkara nomor 322 K/PID/2019 itu diketuai hakim agung Sofyan Sitompul dengan anggota Desnayeti dan Gazalba Saleh. Perkara dengan panitera pengganti Raja Mamud itu diputus pada 27 Maret 2019 lalu.

Mundur ke belakang, jaksa menuntut Meliana 18 bulan penjara dan diamini oleh PN Medan pada 21 Agustus 2018. Putusan ini kemudian diperkuat dengan putusan di tingkat banding. Namun banding Meliana ditolak Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. 

Sebelumnya, Meliana dianggap telah melanggar pasal penistaan agama setelah pada tahun 2016 lalu ia mengeluhkan bisingnya suara azan yang berasal dari pengeras suara masjid di sekitar rumahnya. 

Kejadian yang semula hanya kasak-kusuk di lingkungan warga di sebuah kota kecil di Sumatera Utara itu kemudian menyebar luas. Bahkan pernyataan Meliana kemudian dianggap sebagai pemicu kerusuhan SARA, di mana sekelompok orang merusak rumah Meliana dan membakar wihara dan Klenteng di Tanjung Balai.

Dari kejadian itu polisi menangkap delapan orang, dan PN Medan juga telah menjatuhi hukuman ini. Mereka ialah Abdul Rizal dihukum 1 bulan 16 hari, Restu dihukum 1 bulan dan 15 hari, M Hidayat Lubis dihukum 1 bulan dan 18 hari, Muhammad Ilham dihukum 1 bulan dan 15 hari, Zainul Fahri dihukum 1 bulan dan 15 hari, M Azmadi Syuri dihukum pidana 1 bulan dan 11 hari, Heri Kuswari dihukum 1 bulan dan 17 hari (kena pasal kasus pencurian), Zakaria Siregar dengan pidana 2 bulan dan 18 hari.

Tag: jaga toleransi mahkamah agung

Bagikan: