Kemlu Pastikan Tidak Ada Korban WNI dari Serangan Bom di Sri Lanka

| 22 Apr 2019 07:11
Kemlu Pastikan Tidak Ada Korban WNI dari Serangan Bom di Sri Lanka
Pray for Sri Lanka (Twitter)
Jakarta, era.id - Serangkaian ledakan bom terjadi di Sri Lanka. Ratusan korban orang yang sedang merayakan hari Paskah dikabarkan menjadi korban dalam serangan tersebut.

Diberitakan Reuters, 207 orang menjadi korban tewas dari tiga serangan bom di gereja dan hotel di Sri Lanka. 35 orang di antaranya merupakan wisatawan dari Amerika Serikat, Britania Raya, dan Belanda. 

Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. Meski begitu, ada satu orang WNI yang sempat terjebak di salah satu hotel yang menjadi sasaran serangan bom.

"Sejauh ini tidak ada korban dari WNI, hanya saat terjadinya ledakan, seorang WNI berinisial KW sedang berada di Hotel Shangri La. Namun KBRI Kolombo sudah memastikan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan selamat dan sudah dievakuasi oleh aparat keamanan Sri Lanka," tulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kolombo, Minggu (21/4). 

 

Gereja St. Anthony di Kolombo menjadi lokasi awal penyerangan pukul 12.37, disusul ledakan di St. Sebastian, Negombo, utara Kolombo. Beberapa saat kemudian, terjadi ledakan di Hotel Shangri-La Colombo, Kingsbury Hotel dan Cinnamon Grand Colombo, bersamaan dengan gereja di Batticalao. 

"KBRI Kolombo terus memantau perkembangan  situasi, termasuk kondisi WNI di sekitar lokasi kejadian, berkoordinasi dengan otoritas setempat," tulis KBRI Kolombo.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif di balik penyerangan bom. Sementara 400 korban luka lainnya telah dilarikan ke rumah sakit setempat. 

 

Kecaman pemimpin negara asing

Ledakan bom di Negombo dan Colombo, Sri Lanka, tidak hanya  menewaskan warga lokal. Sejumlah warga negara asing ikut tewas  dalam aksi teror bom di gereja dan hotel, di antaranya warga AS, Inggris hingga Turki. Para pemimpin negara tersebut mengecam keras aksi pengembomam itu.

 

Ada pula tiga orang warga negara Inggris dan dua orang dengan kewarganegaraan ganda, AS dan Inggris, yang turut menjadi korban. Hal ini dijelaskan oleh Kementerian Luar Negeri Sri Lanka sebagaimana dilansir BBC.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengutuk serangan pada Hari Raya Paskah ini. Terlebih dua warga negaranya menjadi korban dalam serangan pengeboman. Menurutnya, ini adalah serangan terhadap kemanusiaan.

"Saya mengutuk sekeras mungkin terhadap serangan teror Paskah di Sri Lanka. INi adalah serangan terhadap kemanusiaan. Atas nama rakyat Turki, saya menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban dan rakyat Sri Lanka, saya berharap semoga yang luka-luka dapat segera pulih," kata Erdogan dalam akun Twitternya.

 

Rekomendasi