Menlu Sugiono: Kalau Iran-AS Mau, Prabowo Bisa Jadi Penengah

| 04 Mar 2026 06:09
Menlu Sugiono: Kalau Iran-AS Mau, Prabowo Bisa Jadi Penengah
Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Donald Trump di Mesir, 13 Oktober 2025, dalam agenda KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh. (FB Prabowo Subianto)

ERA.id - Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator bila Iran dan Amerika Serikat ingin dimediasi.

"Jika kedua belah pihak berkeinginan (mediasi), ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu (kemungkinan tidak ada negosiasi lanjutan), ya kita kembalikan kepada mereka," ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3) kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono menanggapi perkembangan sikap Iran terkait kemungkinan tidak adanya negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat.

Menurut Sugiono, kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator bergantung pada kehendak kedua belah pihak. Maksudnya, Prabowo itu siap menjadi penengah apabila diinginkan.

Sugiono mengatakan Indonesia menempatkan diri pada posisi untuk menjembatani perbedaan dan menawarkan kesiapan dalam upaya meredakan ketegangan. Namun keputusan untuk melanjutkan atau membuka kembali negosiasi sepenuhnya berada di tangan para pihak yang terlibat.

"Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," kata Sugiono.

Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengapresiasi niat baik Pemerintah Indonesia untuk memediasi Iran dan AS meski hingga saat ini masih belum ada langkah konkret yang berkaitan dengan hal tersebut.

Hal itu disampaikan olehnya saat ditanya apakah sudah ada pihak yang menghubungi Kedutaan Besar Iran terkait mediasi tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3).

“Sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal itu dan kami masih belum mengetahui apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau tidak,” ujar Dubes Boroujerdi.

Menurutnya, pemerintahan kedua negara dapat melakukan komunikasi dan interaksi dengan Iran, tetapi dia tidak dapat menjawab apakah mediasi dapat dilakukan atau tidak.

“Apabila Iran dan Indonesia ingin melakukan interaksi dan komunikasi lebih lanjut untuk mengetahui 'update' dan situasi terkini di Iran, maka hal tersebut mungkin dapat dilakukan. Tetapi apakah mediasi dapat mencapai hasil atau tidak, saya tidak bisa berkomentar,” kata Dubes Iran itu.

Pada Sabtu (28/2), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa Indonesia siap untuk memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif dapat tercipta kembali.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” menurut pernyataan tersebut.

Rekomendasi