Melihat 'Matahari' yang Kini Menyingsing ke Istana

Tim Editor

Ilustrasi (Twitter @DPP_PAN)

Jakarta, era.id - Ungkapan tak ada kawan dan lawan abadi dalam politik kiranya tepat untuk menafsirkan suasana batin Partai Amanat Nasional (PAN) saat ini. 

Usai ketua umumnya yang juga Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan bertemu Joko Widodo (Jokowi), presiden yang kini maju sebagai calon petahana di Pilpres 2019, sinar partai berlambang matahari itu seperti hendak condong ke kubu 01. 

Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan bilang, pertemuan kedua tokoh tersebut membawa sinyal positif bahwa tidak ada jarak pasca pertarungan elektoral lima tahunan.

"Yang jelas kita kan akan melihat posisi kita lagi ya. Kan pemilihan presiden sudah selesai," kata Bara, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/4/2019).


Pertemuan Jokowi dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Istana Negara. (Foto: Istimewa)


Namun, Bara enggan berspekulasi lebih jauh apa saja yang dibahas dalam pertemuan antara Zulhas dan Jokowi tersebut. Meski begitu, lanjut dia, pertemuan itu setidaknya dapat mencairkan suhu politik yang memanas dari kedua kubu yang bertarung.

"Kita lihat nanti ke depannya bagaimana. Yang penting kan itu sudah mereka bertemu dulu dan itu menunjukan sikap kenegarawanan. Ke depannya bagaimana, apakah akan ada repositioning nanti kita lihat," tuturnya.

Lampu hijau TKN untuk PAN 

Bak gayung bersambut, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto langsung merespons pernyataan Bara dengan mengatakan membuka ruang bagi parpol non-pendukung untuk gabung dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

"Ya kalau kita lihat orientasi partai-partai politik untuk bergabung dengan pemerintahan baru, di dalam pengalaman-pengalaman sebelumnya memang terjadi," kata Hasto kepada wartawan di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Hasto kemudian mencontohkan merapatnya PPP, Partai Golkar, dan PAN saat 2014. Padahal ketiga partai itu bukanlah partai pengusung Jokowi-Jusuf Kalla di pilpres.

Meski begitu, lanjut dia, semua kebijakan yang diambil nantinya, bakal dikonsultasikan lagi dengan para ketua umum partai di Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Membentuk koalisi ini juga memiliki sebuah tanggung jawab terhadap janji kampanye untuk memastikan agar seluruh janji kampanye bisa berjalan dengan baik, selain kalkulasi, stabilitas, dan efektifitas pemerintahan," imbuh dia.

Dia juga bilang, semua keputusan bakal diambil setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pemenang Pilpres 2019. "Apakah nanti ada proses rekonsiliasi konfigurasi, sepenuhnya nanti setelah penetapan presiden dan wakil presiden dilakukan," ujar Hasto.

Supaya kalian tahu, Jokowi berbincang santai dengan Zulkifli Hasan seusai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4). Perbincangan berlangsung di ruang belakang Istana Negara yang dijadikan ruang untuk berkumpul para tamu undangan pelantikan tersebut.

Dalam acara ini, tampak hadir juga Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. 

Tag: flyover pancoran zulkifli hasan jokowi

Bagikan: