Wiranto menantang pihak yang menyebarkan isu tersebut untuk berdebat dengannya. Bagi mantan Panglima ABRI itu, isu tersebut hanyalah omong kosong belaka.
"Kalau ada yang mau memecah belah antara tentara, militer, dan polisi bahkan mengaku sudah mempunyai pengaruh 70 persen TNI sudah dipengaruhi, itu omong kosong. Tidak benar. Suruh datang ke mari debat-debatan dengan saya," tegasnya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Wiranto menduga, isu ini ditujukan mengadu domba militer dan aparat kepolisian. Dia berharap pihak yang menyebarkan isu tersebut menghentikan perbuatannya.
"Aparat keamanan tetap solid, aparat keamanan akan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Indonesia," tegasnya.
Isu itu, kata Wiranto, merupakan bentuk tuduhan tanpa bukti yang tak bisa dibiarkan. Dia meminta semua pihak untuk menahan diri di bulan Ramadan ini.
"Bagi pihak-pihak yang masih terus melaksanakan upaya-upaya memecah belah persatuan, mendeligitimasi lembaga pemerintah, menyebarkan fitnah, dan ujaran kebencian, untuk menghentikan kegiatannya," tutupnya.