Penolakan Halus Erick Thohir Jadi Menteri Jokowi

Tim Editor

Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir (Wardhany/era.id)

Jakarta, era.id - Isu reshuffle makin santer diperbincangkan. Apalagi setelah Istana Kepresidenan menyebut adan kemungkinan pergantian menteri setelah hari raya Idul Fitri.

Salah satu nama yang disebut-sebut bakal ditawari jabatan menteri adalah Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir. Kalau kamu ingat, di Pilpres 2014, Jokowi-Jusuf Kalla juga mengangkat Tjahjo Kumolo yang kala itu jadi ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Erick enggak mau berspekulasi lebih jauh soal jabatan menteri. Bahkan, secara eksplisit, Erick enggan jika diangkat sebagai seorang menteri nantinya.

"Saya rasa terlalu dini bicara semacam itu. Saya pribadi, kan, sudah buat statmen di media bahwa yang penting bagaimana tadi ketika paslon kami Joko Widodo-Kiai Ma'ruf Amin bisa berjalan," kata Erick kepada wartawan di Kantor Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Pengusaha sukses itu bilang, tim kemenangan calon petahana ini tak pernah punya konflik kepentingan. Sebab yang penting buat mereka, Indonesia bisa mempunyai pemimpin yang sudah jelas kerjanya. 

Selain itu, kata Erick, yang paling penting adalah kepentingan masyarakat Indonesia bukan kepentingan kelompok. "Kita kerja siang malam tujuannya baik dan tidak ada kepentingan kekuasaan atau apa tapi ini semua benar-benar yang terbaik buat rakyat."

Mantan Ketua INASGOC ini mengatakan, penyusunan kabinet sepenuhnya bakal diserahkan kepada Jokowi. Erick yakin, nantinya, Jokowi bakal memilih orang terbaik.

"Beliau yang akan menyusun tapi yang pasti di sini enggak ada minta-minta. Saya yakin beliau akan memilih orang yang baik dan posisi kita di sini, kita tidak mau ada hitung-hitungan kekuasaan," tegasnya.

Dia juga bilang, soal pembagian menteri ini jangan kemudian ditarik untuk pembagian kekuasaan. Sebab, untuk duduk sebagai menteri setiap orang terpilih harus punya kemampuan yang mumpuni.

"Jangan semuanya dikaitkan kekuasaan. Biar yang bekerja orang-orang terbaik dan yang bekerja, berpikir buat rakyat dan bangsa ini," tutupnya.

Tag: jokowi-maruf amin reshuffle pemilu 2019

Bagikan: