Gunung Everest Sesak, Pendaki Tewas Sebelum Mencapai Puncak

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Kathmandu, era.id - Setidaknya 10 orang dilaporkan meninggal di Gunung Everest, Himalaya pekan lalu, total korban jiwa dari satu pekan saja lebih tinggi dari jumlah korban sepanjang 2018.

Dilaporkan New York Times, Senin (28/5/2019), para pendaki terjebak menunggu di bentangan terakhir pendakian yang disebut zona kematian selama berjam-jam untuk kesempatan mencapai puncak.

Korban terakhir di Gunung Everest diidentifikasi sebagai Robin Haynes Fisher, 44 tahun, dari Inggris, yang meninggal Sabtu pagi di ketinggian sekitar 28.215 kaki.

Pendaki Nirmal Purja, yang mengambil foto kerumunan, bilang, "Saya mengalami antrian panjang di gunung-gunung sebelumnya tapi pada dataran yang lebih tinggi orang-orangnya tidak sebanyak itu." 

Dinukil dari 9gag.com, hanya ada beberapa hari di tahun ini di mana kondisinya cukup baik untuk pendakian. Pendaki bisa menunggu kesempatan selama berpekan-pekan, dan kemudian secara kolektif bergegas ke puncak.

Pendaki harus mencapai puncak dan ke bawah dengan cepat dan satu kesalahan yang dibuat oleh satu orang sangat memenuhi syarat untuk dapat membunuh orang lain di sekitar mereka.

Setidaknya dua pendaki meninggal karena kelelahan ketika terpaksa menunggu berjam-jam di zona kematian mencapai puncak, tidak bisa naik dan turun cukup cepat untuk mengisi suplai oksigen.

Beberapa di antaranya juga tidak cukup fit untuk berada di gunung di tempat pertama, kata pemandu lokal, Tshering Jangbu Sherpa.

"Saya telah mendaki Everest berkali-kali, tetapi antrian musim semi ini adalah yang terburuk," sambung Sherpa.

Sementara itu, otoritas pariwisata Nepal mengatakan faktor-faktor lain termasuk kondisi cuaca buruk juga berkontribusi pada kematian itu.
 

Tag: pendaki gunung

Bagikan: