Jangan Sebarkan Konten Bom Teroris Sukoharjo!

| 04 Jun 2019 12:29
Jangan Sebarkan Konten Bom Teroris Sukoharjo!
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta, era.id - Masyarakat diimbau tidak menyebarkan konten bom teroris di Sukoharjo, Solo. Sebab, dengan menyebarkan konten itu, dapat turut menebar teror dan hal negatif lainnya.

"Sebagai masyarakat, sebaiknya kita tidak menyebarkan video aksi teror tersebut. Karena tanpa disadari, kita ikut menularkan ketakutan, menghilangkan kebahagiaan, dan itulah salah satu tujuan dari aksi teror," kata Pengamat media sosial dari Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria, dilansir Antara, Selasa (4/6/2019).

Ada dua faktor yang membuat konten itu menyebar. Hariqo mengatakan, faktor pertama karena warganet ingin mengabarkan dan menunjukkan kemarahan dengan menyebarkan konten teror, dan kedua karena faktor ekonomi.

Hariqo menerangkan, motif pertama biasa dilakukan dengan menyebarkan di grup-grup percakapan oleh orang-orang yang biasa dikenal.

"Untuk pencegahannya, kita bisa berkontribusi dengan mengirim pesan kepada yang bersangkutan terkait bahaya menyebarkan aksi teroris, bisa lewat jalur pribadi bisa juga di grup percakapan tersebut," katanya.

Sedangkan faktor kedua, disebar lewat media sosial dengan tujuan mendapatkan like, share, follower, subscriber, dan respons warganet lainnya. Misalnya, diunggah di YouTube, kemudian tautannya disebarkan lewat banyak akun Twitter, Facebook, dan Instagram.

Malaha, lanjut Hariqo, video tersebut diedit, dan ditambahi opini. Tanpa disadari, penyebaran seperti ini, turut membantu tercapainya tujuan dari teroris. 

"Jangan lupa, bisa jadi pendukung terorisme juga memantau media sosial setelah aksi teror dilakukan oleh temannya, jaringannya atau orang-orang yang meskipun mereka tidak kenal pelaku teror, tapi setuju, simpati dengan aksi teror baik di Indonesia maupun di luar Indonesia," kata dia.

Teror, kata dia, selain bertujuan menyebarkan ketakutan juga dapat memicu saling curiga, terganggunya pariwisata, ekonomi, trauma pada anak, rusaknya kekhusyukan, serta kebahagian Idulfitri, dan hal-hal yang merugikan kepentingan nasional lainnya.

Dia mengatakan segala hal negatif konten teror yang terjadi setelah aksi tersebut dapat dicegah dengan gotong royong sesuai dengan kapasistasnya. Salah satu yang paling sederhana adalah menghentikan konten berisi teror di gawainya masing-masing atau tidak menyebarkannya.

Rekomendasi