Ibu Kota Dipindah Tak Kurangi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Tim Editor

Foto Ilustrasi (Anto/era.id)

Jakarta, era.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur tidak akan menurunkan tingkat polusi udara dan kemacetan di Jakarta secara signifikan. Apalagi penyumbang terbesar polusi udara berasal dari banyaknya kendaraan yang setiap hari melintasi jalanan di Jakarta. 

"Saya tidak yakin kalau dari sisi jumlah, karena kontribusi kemacetan terbesar itu kegiatan transportasi rumah tangga dan keluarga," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019). 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini bilang, pemindahan ibu kota hanya hanya menyangkut administrasi, bukan ranah bisnisnya. Dengan demikian, kontribusi kemacetan atas banyaknya jumlah kendaraan pribadi masih besar.

Oleh karenanya, saat ini Pemprov DKI tengah menggencarkan pengintegrasian seluruh moda transportasi umum yang ada. Sehingga, warga akan terpancing untuk menggunakan angkutan umum dalam aktivitas sehari-hari. 

"Kontribusi kemacetan dari pemerintah itu itu sangat kecil sekali. Kalau dilihat dari sisi itu, tetap kita harus memperbaiki transportasi umum supaya rumah tangga dan dunia usaha gunakan transportasi umum," ujar dia.



Sebelumnya, dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, pada Senin siang (26/8), Jokowi mengatakan, beban Jakarta sebagai pusat bisnis, ekonomi, keuangan, hingga pusat perdagangan dan jasa sudah terlalu berat. Maka, pemindahan ibu kota jadi pilihan.

"Banyak pertanyaan kenapa harus pindah. Yang pertama, beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan dan jasa. Dan airport pelabuhan laut terbesar di Indonesia," tutur Jokowi. 

"Kedua, beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk 155 juta atau 54 persen dari total penduduk dan 58 persen PDB ada di Pulau Jawa. Dan pulau Jawa sebagai ketahanan pangan. Beban ini semakin besar kalau pindah tetap di Pulau Jawa," tambahnya. 

Selain beban-beban tersebut, pemindahan ibu kota dari Jakarta juga dilakukan atas pertimbangan lingkungan, di mana kualitas polusi udara dan air di Jakarta mulai terlihat mengkhawatirkan. Meski begitu, Jokowi memastikan Jakarta akan tetap jadi prioritas pembangunan. Status Jakarta sebagai pusat bisnis, keuangan, perdagangan, serta pusat jasa berskala regional dan global akan terus dijalankan.
 

Tag: ibu kota pindah pemprov dki jakarta megapolitan

Bagikan: