Tak Akan Ada Lagi Audisi Bulu Tangkis PB Djarum Tahun Depan

Tim Editor

Konferensi pers PB Djarum (Foto: Twitter @PBDjarum)

Jakarta, era.id - Tahun depan, 2020, tidak akan ada lagi ajang pencarian bakat atlet muda di bidang olahraga bulu tangkis. Sebab, salah satu ajang pencarian bakat olahraga bulu tangkis terbesar di Indonesia, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis, akan ditiadakan. 

Hal tersebut dinyatakan oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam acara konferensi pers, di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu (7/9). Acara tersebut dilaksanakan jelang rangkaian kedua audisi umum tahun ini, yang bakal diselenggarakan mulai besok, Minggu (8/9) hingga Selasa (10/9) mendatang di GOR Satria, Purwokerto.

"Pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," kata Yoppy dilansir www.pbdjarum.org, Minggu (9/9/2019).

Meski begitu, audisi tahun 2019 dinyatakan akan terus dilakukan hingga final di Kudus bulan November mendatang.

"Ya dipastikan tahun ini akan jalan terus hingga final dengan segala resikonya, karena tahun ini kami sudah janji kepada semua peserta," tutup Yoppy.
 


Peniadaan audisi ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi yang digelar bersama antara KPAI bersama Kemenko PMK, Bappenas, Kemenkes, Kemenpora dan BPOM tentang Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis yang diduga mengeksploitasi anak, awal bulan lalu.  

Mereka menganggap, kegiatan audisi tersebut diduga melibatkan anak dalam pembangunan citra merek Djarum sebagai perusahaan rokok. Mereka mengacunya pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. 

Pasal 47 ayat 1 dalam beleid tersebut mengatur bahwa 'setiap penyelenggaraan kegiatan yang disponsori oleh Produk Tembakau dan atau bertujuan untuk mempromosikan Produk Tembakau dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 tahun'.

Yoppy menerangkan, dari keputusan ini pula, audisi tahun 2019 akan menurunkan seluruh brand PB Djarum. Dengan tujuan untuk mereduksi polemik tersebut. 

Kemudian, tambah dia, kaus yang dibagikan kepada anak juga tidak akan diberikan logo PB Djarum seperti sebelumnya. Tapi, diganti dengan kaus asal dengan nama klub masing-masing.

"Itu sudah lebih dari cukup. Kita sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kita sudah memutuskan seperti itu," kata Yoppy.

"Kita sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau, dan tahun lalu pun kita dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora. Itu bukti nyata kita bukan produk rokok," ujar Yoppy.

Meski begitu, dia tak ingin pembibitan atlet bulu tangkis ini jadi berhenti. Dia ingin geliat olahraga bulu tangkis di negeri ini tetap berjalan.

"Tetapi bulu tangkis harus tetap semangat, PB Djarum akan berada di garda terdepan untuk pembibitan-pembibitan usia dini dengan segala upaya. Tetapi audisi sementara dihentikan dulu. Jadi nanti kalau ada yang nangis, saya minta maaf," tutur Yoppy.

Sebelumnya, KPAI dan sejumlah lembaga terkait menyatakan PB Djarum dianggap mengeksploitasi anak karena terdapat penggunaan logo rokok di Audisi Beasiswa Umum Bulutangkis 2019. Ada enam kesepakatan dari hasil rapat mereka. Yaitu:

1. Sepakat bahwa pengembangan bakat dan minat anak di bidang olahraga bulu tangkis harus terus dilakukan. 

2. Sepakat mendesak Djarum Foundation untuk sesegera mungkin menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi brand image Djarum. 

3. Mendukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengevaluasi status Kota Layak Anak (KLA) di daerah-daerah sebagai lokasi audisi. 

4. KPAI bersama KPP-PA (Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) akan mengundang para kepala daerah yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini, antara lain Wali Kota Bandung, Wali Kota Surabaya, Wali Kota Purwokerto, Bupati Kudus, dan lain-lain. 

5. Mendorong pelaku usaha, khususnya BUMN, untuk mensponsori kegiatan pencarian bakat dalam bidang apa pun, termasuk dalam bidang olahraga untuk anak. 

6. Mendorong peran orangtua dalam mendidik anak akan bahaya laten rokok, termasuk di dalamnya penggunaan branding image rokok dan bahaya eksploitasi terselubung lainnya dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan anaknya.

Padahal, seleksi pembinaan atlet bulu tangkis oleh PB Djarum sudah rutin mengadakan seleksi itu selama sekitar 50 tahun.  Bahkan, PB Djarum sudah menelurkan banyak atlet bulu tangkis yang berprestasi di tingkat tingkat internasional. Di antaranya, Liem Swie King yang jadi legenda bulu tangkis Indonesia, penyumbang medali emas pertama Indonesia di ajang Olimpiade Alan Budi Kusuma, Ardy B. Wiranata, Christian Hadinata, Hariyanto Arbi, dan lainnya.

Tag: cabang olahraga boccia bulu tangkis

Bagikan: