Jangan Ada Demo Anarkis Saat Pelantikan Anggota DPR

Tim Editor

Gedung DPR (dok era.id)

Jakarta, era.id - Sebanyak 575 anggota DPR RI yang terpilih saat Pileg 2019 bakal mengucapkan sumpah dan dilantik sebagai anggota dewan periode 2019-2024 pada hari ini. Acara pengambilan sumpah wakil rakyat itu dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di Gedung DPR RI.

Sejumlah persiapan juga sudah dilakukan di Gedung DPR menyambut acara tersebut. Termasuk juga dari segi keamanan. 

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan pengamanan ketat bakal dilakukan oleh personel TNI dan Polri saat kegiatan pelantikan anggota DPR RI hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019 mendatang.

"Jelas negara melakukan langkah pengamanan maksimal agar pelantikan berlangsung dengan baik," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

Dia juga mengatakan, aparat yang berjaga sudah mengantisipasi adanya aksi demonstrasi yang bakal dilaksanakan tepat saat pelantikan tersebut. Apalagi, beberapa waktu ini, massa dari berbagai elemen masyarakat kerap turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap RKUHP dan penetapan UU KPK.

"Memang diperkirakan besok masih akan ada demo dari berbagai ormas," ujar dia.

Sehingga mantan Panglima ABRI era Presiden Soeharto ini mengingatkan, massa aksi yang akan turun tidak lantas berbuat rusuh dan melanggar hukum hingga mengganggu jalannya proses pelantikan.

Apalagi, pelantikan anggota dewan dan pelantikan presiden dan wakil presiden itu menjadi amanat konstitusi. Sehingga siapapun yang mencoba melakukan penggagalan pelantikan, itu artinya melawan amanat tersebut.

Wiranto juga menegaskan, aparat keamanan bakal bersikap sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika demonstrasi berjalan lancar dan damai, dia bilang aparat keamanan tidak bakal represif karena tak ingin rusuh 24-25 September terulang lagi.

Selain menyebut aparat akan bertindak persuasif kepada demonstran, Wiranto juga meminta agar masyarakat tak mudah terprovokasi dan malah menjadi perusuh saat demo. Sebab, demonstrasi berujung ricuh tentunya mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat lainnya.

"Ini bukan demo lagi, tapi ini gerakan yang dilakukan perusuh. Jadi sebenarnya aparat keamanan enggak lagi melakukan langkah-langkah antisipasi demonstrasi, tapi antisipasi kerusuhan. Ini yang harus dipahami masyarakat," ujar Wiranto.



Terkait pengamanan saat pelantikan DPR/MPR, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebut pihaknya bakal mengerahkan pasukan sebanyak 6.000 personel. Sedangkan saat pelantikan presiden dan wakil presiden, 8.500 personel TNI bakal dikerahkan.

"Pengamanan di Gedung DPR/MPR kami pertebal agar tidak ada masyarakat masuk sembarangan," ungkap Hadi usai Apel Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (30/9).

Wilayah di sekitar gedung parlemen juga dijaga oleh tentara yaitu pintu utama DPR/MPR, Pejompongan, perempatan Slipi, Palmerah, Petamburan, Ladokgi di kawasan Bendungan Hilir, pintu belakang Gedung DPR/MPR, dekat lapangan tembak.

Selain itu, pengamanan juga dilakukan di wilayah Palmerah dan berfokus pada kawasan dekat stasiun karena di wilayah tersebut ada pintu masuk yang menuju masjid DPR/MPR. Sedangkan untuk kejadian insidensial, TNI juga bakal menyiapkan helikopter.

Dalam melakukan pengamanan tersebut, sejumlah titik lain juga bakal dijaga anggota TNI seperti Istana Negara dan sentra-sentra perekonomian dengan tujuan supaya masyarakat merasa aman dan nyaman.

"Mudah-mudahan pelantikan anggota DPR/MPR dan pelantikan presiden dan wakil presiden berjalan lancar," ujarnya.
 

Tag: ketua dpr demo

Bagikan: