Mahasiswa Ogah Dikaitkan Dengan Aksi Rusuh Pelajar STM

Tim Editor

Ilustrasi massa mahasiswa BEM SI (Anto/era.id)

Jakarta, era.id - Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), menolak dengan tegas unjuk rasa mereka dikaitkan dengan aksi kerusuhan yang dilakukan pelajar STM. Sebab para mahasiswa, tak pernah mengajak pelajar untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi.

Hal ini dikatakan oleh Koordinator Pusat aksi sekaligus Presiden BEM Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Nurdiansyah, sekali pun narasi yang digaungkan para pelajar STM ini sedang berupaya untuk membela kakak mahasiswanya.

"Kami tegaskan dalam aliansi mahasiswa dalam bem seluruh Indonesia, kami tidak sama sekali ada keterkaitan dengan beberapa aksi yang dilakukan oleh pelajar," tutur Nurdiansyah di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).

Nurdiansyah bilang bahwa mereka juga enggak pernah sedikit pun mengajak, mendiskusikan, atau bahkan mengkonsolidasikan pelajar untuk menggelar aksi di depan Gedung DPR. "Jadi, kami tidak mengetahui dan tidak ingin menanggapi apapun aksi pelajar beberapa waktu lalu," tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, ribuan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI pada pada Rabu (25/9) dan Kamis (26/9).



Tim era.id sempat mewawancarai beberapa pelajar yang ada. Kebanyakan dari mereka kemudian tak mau menjawab alasan datang ke DPR. Ada yang buang muka. Beberapa dari mereka pun sembarangan menjawab. 

Aksi berubah anarkis saat para demonstran teribat bentrok dengan aparat di beberapa lokasi di seputar Senayan. Setidaknya ada 570 pelajar dari berbagai sekolah pun diamankan pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, para pelajar yang diamankan menjalani pembinaan di Polda Metro Jaya dan telah dijemput oleh orang tuanya.

"Sudah didata kemudian dijemput orang tuanya," kata Argo. 

Aksi yang dilakukan para pelajar ini pun tak lepas dari sorotan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pihak KPAI menyayangkan aksi para pelajar yang dikategorikan masih anak-anak itu.

"Kami mengimbau kepada semua pihak agar anak usia sekolah tidak dilibatkan pada aksi demostrasi," ujar Ketua KPAI, Susanto. 

Pengertian 'Anak' menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam Pasal 1 Angka 1 adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. 
 

Tag: aksi mahasiswa 23-24 demo ketua dpr

Bagikan: