Dikutip dari BBC, Veby diketahui bekerja untuk media Suara Hong Kong News berbahasa Indonesia. Saat bentrokan pecah antara aparat keamanan dan pedemo, posisi Veby sedang berada di jembatan pejalan kaki yang menghubungkan HK Immigration Tower dengan Exit A4 dari Stasiun MTR Wanchai.
Polisi Hong Kong seketika membabi-buta memberondong peluru karet ke arah demonstran dan jurnalis. Padahal Veby dan jurnalis lainnya saat itu jelas-jelas memakai identitas jurnalis dengan rompi serta helm yang bertulisan 'PRESS'. Tak hanya peluru karet, sebelumnya aparat juga menembakkan water cannon dan gas air mata untuk memukul mundur massa.
Aksi protes masyarakat di Hong Kong kembali berujung bentrok pada Minggu kemarin. Padahal hari itu menjadi perayaan penting bagi China dalam peringatan 70 tahun Partai Komunis berkuasa. Namun, gelombang massa terlanjur memenuhi jalan-jalan di Hong Kong.
Baca Juga: Perjuangan Tanpa Kekerasan Mahatma Gandhi
-
1
-
Belajar Bahasa Banjar di Film Kuyank, Dayu Wijanto: Mirip Bahasa Batak
23 Jan 2026 21:052 -
3
-
Pertama Kali Syuting di Kalimantan, Rio Dewanto Belajar Dayung Jakung hingga Main Tenis Bareng Warga Lokal
23 Jan 2026 20:364 -
5