Baik China dan AS kini masih terlibat dalam drama perang dagang. Hubungan duo raksasa ekonomi dunia ini kian memanas dan belum menemui titik terang penyelesaiannya. China maupun AS saling bertahan dengan mengeluarkan berbagai kebijakan kontroversial.
AS kini melihat masalah internal China, yakni penindasan Muslim Uighur yang menjadi sorotan dunia internasional karena diduga telah menahan jutaan etnis minoritas muslim dalam kamp konsentrasi. Hal ini kemudian membuat AS untuk membatasi visa pejabat pemerintahan China.
Menurut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, pembatasan visa ini tidak hanya berlaku untuk pejabat yang diduga terlibat pelanggaran HAM di Xinjiang. Pembatasan itu juga berlaku untuk anggota keluarganya untuk pergi ke Amerika.
Baca Juga: China Izinkan Kembali Media Asing Meliput di Kamp Xinjiang
"Amerika Serikat meminta Republik Rakyat China segera menghentikan penindasan di Xinjiang, membebaskan semua yang ditahan secara sewenang-wenang, sekaligus menyudahi upaya untuk memaksa anggota kelompok minoritas Muslim China yang tinggal di luar negeri agar pulang ke China dan menghadapi nasib yang tak pasti," kata Pompeo, Selasa (8/9).
-
Ingatkan Persatuan, Cak Imin Sambangi Vihara Avalokitesvara Jakbar Jelang Imlek 2026
15 Feb 2026 14:431 -
Buku Wahab Hasbullah Diluncurkan, Nyai Hizbiyah: Berkatnya Makam Rasulullah Tak Dibongkar
14 Feb 2026 18:402 -
Bhayangkari Gelar Kemala Run 2026 di Bali pada April Nanti, Total Hadiah Capai Rp3,6 Miliar
15 Feb 2026 12:413