Penyelidikan Robohnya Konstruksi LRT Sampai 4 Februari
Penyelidikan Robohnya Konstruksi LRT Sampai 4 Februari

Penyelidikan Robohnya Konstruksi LRT Sampai 4 Februari

By Moksa Hutasoit | 22 Jan 2018 22:13
Jakarta, era.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan robohnya konstruksi Light Rail Transit (LRT) di Jalan Kayu Putih Raya, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, tidak menghambat pembangunan koridor 1 Kelapa Gading-Velodrome tersebut.

Anies mengaku telah berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Satya Heragandhi, untuk cepat menangani masalah itu. Nantinya, proses perbaikan akan memakan waktu sekitar tiga minggu. 

"Tadi laporan dari Pak Dirut tidak mengganggu schedule, memang perlu perbaikan, kira-kira tiga minggu sampai satu bulan untuk recovery yang ini," kata Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018).

Dalam targetnya, pembangunan LRT yang seharusnya dikerjakan selama empat tahun itu dipercepat menjadi 1,5 tahun. Dimulai sejak Oktober 2016, ditargetkan rampung April 2018 dan melewati masa uji coba pada Juni-Juli 2018. Sehingga ketika Asian Games 2018 digelar pada Agustus 2018, LRT diharapkan sudah siap beroperasi. 

Mengenai robohnya konstruksi LRT, Satya mengatakan pihaknya belum mengantongi penyebab utama. Saat ini, dia dan jajarannya masih menyelidiki teknis penyebab ambruknya konstruksi LRT.  Penyelidikan, kata Satya, akan memakan waktu 14 hari. Jika dihitung dari hari ini, akan selesai 4 Februari 2018.

"Mereka minta 10 hari minimum, tambah 4 hari untuk nyusun laporan investigasi," lanjutnya.

Konstruksi LRT di Kayu Putih, Jakarta Timur, roboh pada Senin (22/1/2018). (Diah/era.id)

Ketika ditanya apakah robohnya konstruksi dikarenakan pemangkasan waktu pembangunan, Satya mengatakan proyek LRT telah mengalami percepatan sejak Januari 2017. Kendati bergantung target cepat, Satya menegaskan selama proses sejumlah pedoman keselamatan telah dijalankan pihaknya. 

"Jadi ada beberapa hal yang musti saya sampaikan. Nomor satu bahwa kejar target itu sudah kami lakukan sejak Januari 2017," katanya.

"Kita lakukan dengan standar safety dan quality tertinggi," lanjutnya.

Satya menambahkan, hingga saat ini pembangunan LRT telah mencapai 56,94 persen. Sedangkan pekerjaan pembuatan gerbong (Light Rail Vehicle/LRV) di Korea Selatan (Korsel), terus dikebut. "Mudah-mudahan, April nanti gerbong-gerbong sudah tiba di Jakarta, setelah dilakukan testing & commisioning terlebih dahulu di Korsel pada Februari nanti," tutupnya.

Diketahui, konstruksi LRT koridor 1 Kelapa Gading-Velodrome membentang sepanjang 5,8 km, dan dilengkapi 6 stasiun pemberhentian. Adapun 6 stasiun tersebut terdapat di stasiun Kelapa Gading Boulevard, stasiun Jalan Pegangsaan Dua Kelapa Gading,stasiun Pulomas, stasiun Mal Kelapa Gading, Stasiun Pacuan Kuda hingga Stasiun Velodrome.

LRT koridor prioritas ini memiliki satu depo dengan fasilitas pemeliharaan dan penyimpanan, mencapai 196 gerbong kereta LRT. Nantinya, jumlah gerbong yang beroperasi di LRT Jakarta sebanyak 16 gerbong, dengan jarak waktu kedatangan (headway) sekitar 10-15 menit. 

Tags :
Rekomendasi
Tutup