Siti Nurbaya Memang Belum Sempurna, Tapi Layak Dipertahankan

| 22 Oct 2019 15:15
Siti Nurbaya Memang Belum Sempurna, Tapi Layak Dipertahankan
Siti Nurbaya berlanjut jadi Menteri LHK (Anto/era.id)
Jakarta, era.id - Siti Nurbaya Bakar kembali jadi salah satu nama yang dipertahankan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Siti Nurbaya bakal mengemban lagi posisi sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Guru besar perlindungan hutan IPB, Prof Bambang Hero Saharjo menilai Siti Nurbaya memang layak dipertahankan di posisi itu. Apalagi, di bawah komando Siti Nurbaya lah, kepemimpinannya penegakan hukum di sektor kehutanan dan lingkungan hidup bisa ditegakkan. 

"Masalah-masalah kehutanan tersebut harus segera dituntaskan secara sistematis dan terintegrasi, maka hanya orang-orang terpilih dan berpengalaman saja yang layak melanjutkan. Sudah tepat bila Siti Nurbaya dipanggil lagi sebagai kandidat kuat Menteri yang masih mengurusi masalah kehutanan dan lingkungan hidup,'' kata Bambang Hero dalam keterangannya kepada era.id, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya sudah banyak langkah koreksi di KLHK menunjukkan hasil signifikan. Dia mengakui kalau masalah kebakaran hutan dan lahan masih saja terjadi. Tapi publik juga jangan menutup mata kalau sudah ada perubahan besar khususnya pada aspek pengendalian, di dalamnya termasuk penegakan hukum dan tata kelola ekosistem gambut. 

"Kalau berganti orang, maka akan ada yang hilang pada implementasinya nanti. Kami berharap bahwa menteri yang memimpin tentang masalah kehutanan dan atau lingkungan adalah mereka yang memiliki dedikasi dalam tugasnya dan punya pengalaman. Siti Nurbaya memenuhi kriteria itu," ungkap Bambang.

Pencapaian bidang lingkungan hidup dan kehutanan pada 5 tahun pertama pemerintahan Jokowi, menurut Bambang Hero sudah sejalan dengan Nawacita. Di antaranya terlihat dari tata kelola ekosistem gambut yang mulai terjaga, dan penguasaan lahan untuk rakyat yang mulai meningkat dari hanya 4 persen (sebelum 2015), menjadi 33 persen. Angka ini akan terus bergerak naik melalui program Perhutanan Sosial dan Reforma Agraria. 

Selain itu deforestasi juga turun, salah satunya dari kejadian karhutla yang mulai dapat dikendalikan. Terbukti Indonesia berhasil mengatasi karhutla pada tahun 2016-2018, dan kalaupun terjadi lagi di 2019, dapat diatasi lebih cepat dibandingkan kejadian sebelum tahun 2015.

Semua capaian tersebut kata Bambang, jelas belum sempurna dan masih banyak kekurangan. Tapi sudah berjalan sesui harapan. Kalau nanti dipimpin dengan orang baru, takutnya bakal butuh waktu lagi untuk memahami persoalan.

"Sementara kejadian di lapangan tidak pernah menunggu sampai Menteri-nya paham. Menurut saya, Siti Nurbaya sudah punya konsep, sudah menjalankan, dan terbukti berhasil, meski masih banyak kekurangan tapi masih layak dilanjutkan. Karena untuk menyelesaikan persoalan kehutanan dan lingkungan, butuh kecepatan dan strategi yang jitu, Siti Nurbaya saya kira sangat menguasai itu. Sangat tepat jika Presiden Jokowi memilihnya lagi jadi Menteri LHK," harapnya.

Rekomendasi