Justin Trudeau Kembali Memimpin Kanada

Tim Editor

Perayaan kemenangan Partai Liberal Kanada. (Twitter/JustinTrudeau)

Jakarta, era.id - Justin Trudeau kembali memimpin Kanada untuk kedua kalinya setelah Partai Liberal memenangkan pemilu parlemen Kanada pada Senin (21/10). Dalam pemilihan, Partai Liberal Kanada itu menguasai 156 kursi parlemen dari 338 kursi yang diperebutkan.

Perhitungan ini membuat Partai Liberal masih kekurangan 170 kursi yang diperlukan untuk menguasai parlemen, demikian dikutip Reuters. Dalam pemilu ini, Perdana Menteri Trudeau bersaing ketat dengan Partai Konservatif yang mengusung Andrew Scheer. Hasil perhitungan suara pada Senin kemarin memperlihatkan partai ini mendapat 121 kursi. 

"Terima kasih, Kanada, karena menaruh kepercayaan Anda pada tim kami dan karena memiliki keyakinan pada kami untuk menggerakkan negara ini ke arah yang benar. Terlepas bagaimana Anda memberikan suara Anda, tim kami akan bekerja keras untuk semua warga Kanada," kata Trudeau dalam akun Twitternya, Selasa (22/10/2019).

Hasil pemilu Kanada ini memicu beragam reaksi di media sosial, khususnya Twitter. Pendukung di Kanada dan dunia ramai-ramai memberikan selamat kepada Trudeau. Tak hanya itu, PM Kanada itu juga dibanjiri kritik yang beberapa orang menyinggung skandal baru-baru ini yang mengguncang kampanye pemilu petahana.
 
 
Baca Juga: Cosplay Aladdin Ganggu Kampanye Trudeau

"Selamat untuk periode kedua Justin Trudeau! Lebih baik selalu mungkin. Biarkan empat tahun ke depan lebih besar. Mari kita maju," tulis Nancy Boyoko.

"Terima kasih Kanada telah memilih untuk maju! Kita membutuhkan pemimpin progresif yang kuat di Amerika Utara! Kepemimpinan Anda penting karena AS tak terkendali. Saya sangat bersyukur teman-teman kami menolak negativitas. Dengan harapan yang baru, Selamat!" ujar Kathryn Lanthier.

Sementara itu, warga Kanada yang tinggal di Bosnia dan Hezegovina, Esther Bartkiw mengatakan "Trudeau telah pergi dengan segalanya, korupsi, intimidasi perempuan, kebohongan, #blackface, pamer untuk pekerjaannya tapi tak muncul untuk bekerja, menghabiskan uang kami, membuka perbatasan, dan tidak menjawab pertanyaan kami. Saya kehilangan kepercayaan pada sesama warga Kanada, demikian dikutip Al Jazeera.

Kampanye yang terganggu


Trudeau dengan riasan Aladdin (Sumber: West Point Grey Academy)

Baca Juga: Era Baru Kekaisaran Jepang di Tangan Naruhito

Selama kampanye pemilu ini, Justin Trudeau tersandung isu rasial terkait beredarnya foto buku tahunan yang menunjukkan dirinya berdandan dalam riasan berwajah gelap di sebuah pesta kostum. Menurut laporan Time, foto itu terbit dalam buku tahunan West Point Grey Academy, sebuah sekolah swasta di British Columbia.

Foto diambil sekitar tahun 2001, sebelum ia memasuki dunia politik. Saat itu, Trudeau bekerja sebagai guru West Point Grey Academy. Dalam foto, nampak Trudeau mengenakan serban dan jubah. Tangan, wajah, hingga leher Trudeau dipoles dengan riasan berwarna gelap.

Menurut keterangan Juru Bicara Partai Liberal Cameron Ahmad, foto itu diambil dalam jamuan tahunan sekolah yang kala itu mengangkat tema Arabian Night. Dan Trudeau, memang sengaja berdandan menyerupai tokoh Aladdin.

Trudeau telah meminta maaf dan mengakui penyesalannya. "Aku kesal pada diriku sendiri, aku kecewa pada diriku sendiri," kata Trudeau di atas pesawat kepada wartawan yang mengikuti kampanyenya, dikutip Metro, Kamis (19/9).

Di tengah situasi sulit itu, ia justru mendapat dukungan dari Barack Obama. Mantan Presiden Amerika Serikat itu menyatakan mendukung Trudeau. "Dunia membutuhkan kepemimpinan progresifnya dan saya harap tetangga kami di (Amerika) utara mendukung untuk periode selanjutnya," tulis Obama dalam akun Twitter.

Tag: kanada

Bagikan: