Hawa Positif Rupiah di Akhir Pekan

Tim Editor

Ilustrasi Rupiah (Pixabay)

Jakarta, era.id - Kendati belum bisa mengerem laju nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (As) ke level Rp14 ribu. Pergerakan rupiah di akhir pekan perdagangan ini masih membawa hawa positif. 

Mengutip data perdagangan Bloomberg, Jumat (25/10) rupiah mengawali hari dengan penguatan senilai 0,1 persen di level Rp14.040 per dolar AS. Namun jelang siang, rupiah sempat berbalik melemah melawan dolar, Rp14.068.

Selepas itu mata uang Garuda kembali bangkit, sebelum menutup hari. Rupiah berhasil ditutup dengan membukukan penguatan 21 poin atau 0,17 persen, menjadi Rp14.038 per dolar AS. 



Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan dengan melihat kondisi global kembali bergolak, Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan domestic non deliverable forward (DNDF) akhir pekan ini.

"Intervensi ini berhasil membawa mata uang Garuda menguat walaupun penguatan tidak terlalu signifikan namun pasar kembali optimis terhadap pasar dalam negeri," ujar Ibrahim.

Sebelumnya, keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate turut memberikan sentimen positif bagi rupiah. Pemangkasan tersebut diharapkan mampu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia terakselerasi. 

Dari eksternal, data ekonomi AS meningkatkan ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan memangkas biaya pinjaman untuk ketiga kalinya tahun ini. Pembuat kebijakan bank sentral Fed akan bertemu minggu depan.

Presiden AS Donald Trump telah mendorong penurunan suku bunga lebih banyak lagi seiring penurunan suku bunga di bank sentral lain di seluruh dunia.

Sebelumnya, keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate turut memberikan sentimen positif bagi rupiah. Pemangkasan tersebut diharapkan mampu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia terakselerasi. 

 

Tag: nilai tukar rupiah pertumbuhan ekonomi

Bagikan: