Gempa M 7,1 Malut, Tiga Gereja dan 15 Rumah Rusak 

| 15 Nov 2019 13:07
Gempa M 7,1 Malut, Tiga Gereja dan 15 Rumah Rusak 
Sumber gempa bumi Maluku Utara. (Dok. PVMBG)
Bandung, era.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.1 mengguncang Maluku Utara, Kamis (14/11/2019) pukul 23:17:43 WIB. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan kajian terhadap kondisi tanah dan bebatuan di wilayah sekitar pusat gempa bumi.

Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Kasbani bilang pusat gempa bumi tersebut berada di laut. Lokasinya berada di tengah-tengah Sulawesi Utara dan Papau Halmahera yang kondisi geologisnya didominasi batuan gunung api Kuarter yang bersifat lepas dan berpotensi pencairan lahan.

"Batuan lapuk dan bersifat lepas umumnya akan memperkuat efek guncangan gempa, sehingga guncangan gempa akan lebih terasa," kata Kasbani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11/2019).

PVMBG melansir data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat 1.67°LU dan 126.39°BT dengan magnitudo 7.1 pada kedalaman 73 km, berjarak 137 km barat laut Jailolo, Maluku Utara. Sementara data The United States Geological Survey (USGS) mencatat, gempa bumi terjadi di_1.589°LU dan 126.416°BT dengan M 7.1 pada kedalaman 45.1 km.

Penyebab gempa bumi diperkirakan penunjaman (subduksi) antar lempeng bumi. "Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa bumi ini berasosiasi dengan subduksi di Punggungan Mayu," terang Kasbani.

 

PVMBG belum mencatat dampak perusak dari gempa bumi yang menurut BMKG berpotensi menimbulkan tsunami di Kabupaten Minahasa Utara bagian selatan. Dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI), gempa bumi ini dirasakan II MMI di Pos Gunung Api (PGA) Ambang dan Moti. 

Sebagai gambaran, II MMI merupakan getaran gempa bumi yang dirasakan beberapa orang, tampak pula benda yang digantung bergoyang. Getaran gempa bumi Maluku Utara tersebut makin kuat dirasakan di PGA Lokon (II-III MMI), PGA Gamalama (III MMI), PGA Karangetang (III-IV MMI), PGA Tangkoko (IV-V MMI). 

Sebagi informasi, makin tinggi nilai sekala MMI makin besar getaran gempa dirasakan. Misalnya skala V, getaran gempa bumi dirasakan oleh hampir semua penduduk di sekitar pusat gempa, ada barang-barang yang berjatuhan, dan tiang-tiang tampak bergoyang.

PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait gempa bumi Maluku Utara, antara lain mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

"Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan," kata Kasbani. Untuk sementara, masyarakat juga diminta menjauhi pantai dan sungai.

Tiga Gereja dan 15 Rumah Rusak 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara (Malut) melaporkan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 yang melanda Malut mengakibatkan 15 rumah warga rusak berat/ringan dan tiga gereja di Pulau Batang Dua alami kerusakan.

"Sesuai laporan hingga siang ini khususnya di Pulau Batang Dua Ternate, korban luka 2 orang, rumah rusak ringan 5 unit, rumah retak 12 unit dan gereja rusak ringan sebanyak 3 unit," kata Kepala BPBD Malut, Karim Buamona di Ternate, seperti dikutip Antara, Jumat (15/11/2019).

Menurut dia, korban luka-luka itu berada di Pulau Mayau dua orang yakni Delvi Peo, warga Mayau Pulau Batang Dua Kota Ternate dan Mesin Bunga warga kelurahan Lelewi Batang Dua kota Ternate.

 

Sedangkan untuk kerugian materil di Kota Ternate terdapat di Kelurahan Mayau Batang Dua Kota Ternate 3 rumah rusak retak, Kelurahan Lelewi Batang Dua 2 rumah rusak ringan, Kelurahan Bido Kecamatan Batang Dua, 1 rumah rusak ringan, rumah ibadah tiga unit gereja rusak ringan yakni Gereja GPDI Eklesia lelewi bagian palafon, GPM Jemaat Efata dan Gereja GKPMI vila Bido alami kerusakan di bagian pelafon.

Menurut dia, warga saat ini dilaporkan beraktivitas normal tapi malam akan kembali ke pengungsian di lokasi yang tinggi untuk antisipasi hal-hal yang mereka tidak inginkan

"Kami telah melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD kabupaten/kota dan sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi tersebut," jelas Karim.

Oleh karena itu, untuk memudahkan penanganan korban gempa bumi 7,1 magnitudo di Malut, BPBD Malut telah membuka posko sementara kawasan Hasan Esa Kota Ternate.

Rekomendasi