Ingkar Janji Anies Soal Penggusuran di Sunter

Tim Editor

Penggusuran di Sunter (Diah Ayu/era.id)

Jakarta, era.id - Penggusuran tempat usaha rongsokan dan tempat tinggal warga di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, meninggalkan pertanyaan bagi sejumlah warga terdampak. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap ingkar janji pada masa Pilkada DKI pada 2017 lalu yang tak akan menggusur.

Melansir Antara, seorang warga bernama Subaidah bilang, Anies pernah berjanji tak akan menggusur kawasan Sunter. "Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur? Katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye," kata Subaidah, Sabtu (16/11).

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono setuju gubernur yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN itu mengingkari janjinya pada masa kampanye. Kata Gembong, saat masa Pilgub DKI, Anies hanya ingin mendapat simpati dari warga yang akhirnya memilih dia.


Penggusuran di Sunter (Diah Ayu/era.id)

"Pak Anies pernah sampaikan program itu (tak menggusur), tapi akhirnya apa yang diucapkan tidak konsisten. Apa yang diucapkan saat kampanye itu hanya lip service untuk mendapatkan simpati masyarakat," tutur Gembong saat dihubungi, Senin (18/11/2019).

Tapi, kata Gembong, bukan berarti penggusuran yang dilakukan Aies dengan tujuan penataan suatu kawasan menjadi suatu kesalahan. Karena, mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan hal itu berkali-kali ketika menjabat.

"Untuk melakukan penataan Jakarta ya harus ada penggusuran, tidak ada cara lain. Tapi, apa yang dilakukan (Anies) itu kan kontradiksi dengan apa yang diucapkan, cuma itu persoalannya," ucap dia.

Oleh karena itu, setelah kejadian penggusuran ini, yang harus dilakukan Anies adalah kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak. "Warga yang tergusur mendapat tempat layak huni. Itu yang harus dipikirkan," tegasnya.

Sebenarnya, warga Sunter sudah ditawarkan untuk menempati rumah susun di kawasan Marunda sebagai engganti tempat tinggalnya, namun tak ada yang mau menerima. "Kita siapkan rusun Marunda, tapi ternyata mereka tidak ada yang mendaftar, karena rata-rata hanya sebagai tempat usaha," kata Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko.

"Mereka pada umumnya kembali ke tempat tinggal (lama), ada di Penggilingan, ada di daerah Kebon Bawang. ada ke Tanah Abang," ungkap Sigit.

Sebagai informasi, Pemprov DKI telah melakukan sosialisasi soal penataan kawasan Sunter sejak September lalu. Mereka telah mengeluarkan surat imbauan untuk mengosongkan lokasi tersebut kepada warga yang menghuni tanpa surat atau Sertifikat Hak Kepemilikan Tanah. Hal tersebut dilakukan lantaran akan dilakukan penataan saluran air, pedestrian, dan pembangunan jalan.

Ada dua hal penataan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, yaitu penataan pembangunan jogging track sepanjang jalan inspeksi Danau Selatan (danau 1); sepanjang RW 001, 005 & 006. Kedua, penataan pengembalian fungsi saluran yang terintegrasi dengan Danau Sunter Selatan (danau 2) sebagai solusi dalam menangani bencana banjir ketika musim hujan.
 

Tag: 100 hari anies-sandi

Bagikan: