Menteri LHK: Perhutanan Sosial Tidak Boleh Ada Hoaks

| 29 Nov 2019 20:01
Menteri LHK: Perhutanan Sosial Tidak Boleh Ada Hoaks
Menteri KLHK Siti Nurbaya. (Twitter @SitiNurbayaLHK)
Jakarta, era.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali memberi apresiasi kepada Tokoh Hutan Sosial. Hal itu sebagai bentuk penghargaan terhadap stakeholder yang berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan program Perhutanan Sosial.

"Ini kali kedua dilakukan penilaian untuk tokoh-tokoh dan akan terus dilakukan, karena dengan ketokohan dengan role play, kita langsung menyaksikan, mengalami, dan mengambil mencontoh dari apa itu praktik hutan sosial, yang bisa di dalami lebih jauh makna dan keterlibatan kesehariannya," ujar Menteri KLHK Siti Nurbaya dalam arahannya saat memberikan penghargaan Tokoh Hutan Sosial, Jakata, Kamis (28/11/2019).

Siti menyebut hutan sosial merupakan wahana perwujudan Indonesia Maju dengan optimisme dan resiliensi nasional. Optimisme dan resiliensi tersebut sangat penting untuk menjadikan Indonesia Maju.

Secara lebih rinci Siti menjelaskan apa yang ia maksud dengan 'optimisme' yang kerap rancu diartikan dengan pengertian tentang 'berpikir positif', padahal dua hal itu berbeda makna. Optimis lebih dari berpikir positif. Optimisme mengandung esensi menyeimbangkan antara yang positif dan negatif yang ada dan dicapai.

Politikus NasDem ini menambahkan optimistis sama dengan mampu membayangkan berbagai alternatif dan bisa mencapai secara realistis. "Pada tingkat masyarakat seperti kita saat ini, rasa optimisme itu sangat penting. Bapak Presiden telah menunjukkan berbagai sisi optimisme bangsa untuk Indonesia maju," kata Siti.

Optimisme, kata Siti, memiliki unsur-unsur penting seperti penilaian situasi secara akurat, melihat bahwa masalah itu bersifat sementara dan ada kemampuan bergerak ke depan dengan penyesuaian yang konstruktif. Oleh karena itu, optimisme masyarakat harus tumbuh dan jangan sampai terganggu dengan catatan-catatan dari luar yang tidak akurat, karena bisa melemahkan rasa optimisme.

Hoaks misalnya. Menurut Siti, bukan hanya hoaks dalam pemberitaan saja tapi juga hoaks yang terlihat metodis padahal tidak disertai dengan data yang akurat.

"Untuk perhutanan dan khususnya perhutanan sosial, tidak boleh ada hoaks. Karena hoaks akan melemahkan optimisme bangsa," kata Siti.

Menurut Siti, Optimisme juga erat kaitannya dengan langkah bangsa Indonesia dalam membangun ketahanan nasional atau resilensi.

"Lahirnya tokoh-tokoh dalam perhutanan sosial memberikan jalan, sekaligus sebagai contoh bagaimana dengan role play, contoh yang baik, optimis dan resilience, kita membangun Perhutanan Sosial dan terus berkembang menjadi Indonesia Maju," pungkasnya.

Pemberian Apresiasi ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada tahun 2018 yang lalu, KLHK juga memberikan penghargaan yang sama.

Rekomendasi