Seberapa Aman Tol Layang Jakarta-Cikampek?

Tim Editor

Tol layang Jakarta-Cikampek (era.id)

Jakarta, era.id - Tol Layang Jakarta-Cikampek sepanjang 38 kilometer baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo. Tol yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat itu akan digratiskan selama musim libur panjang Natal dan Tahun Baru. 

Baru-baru ini, media sosial ramai membicarakan soal bentuk tol layang yang bergelombang dan dinilai tidak aman. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno, menilai, tol layang tersebut aman digunakan oleh kendaraan pribadi. Ruas jalan terlihat bergelombang karena memang ketinggiannya berbeda-beda karena harus 'mengangkangi' jalan layang dan jembatan penyebrangan orang.

"Di area jembatan penyeberangan orang (JPO) atau overpass, maka elevated naik lebih tinggi. Terus akan kembali lagi ke elevasi normal. Karena banyaknya alinyemen vertikal, maka jadinya naik turun. Jika difoto-foto memang kesannya meliuk-liuk, padahal tetap aman," urai Djoko, dalam keterangannya, Jumat (13/12/2019).


Tol layang Jakarta-Cikampek (era.id)

Selain itu, alinyemen vertikal sengaja tidak dibuat lurus, agak bergelombang bila dilihat dari kejauhan untuk menghemat biaya konstruksi, namun masih mematuhi norma atau aturan pedoman membangun jalan yang berkeselamatan.

Menurut dosen Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini, secara konstruksi kondisi jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ini sudah layak digunakan. Namun jika dioperasikan untuk komersial, harus memperhatikan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Oleh sebab itu, perlu penyempuraan dan perapian sepanjang ruas tol tersebut.

"Proses penyempurnaan dan perapian akan memakan waktu sekitar 1-2 bulan ke depan. Hal ini penting, mengingat sepanjang perjalanan tidak ada on off ramp dan rest area. Jalur untuk penyelematan emergency juga harus dibangun, berupa tangga turun di delapan lokasi yang  dekat dengan loksi putar balik atau U Turn. Juga harus dilengkapi lagi dengan empat lokasi parking bay yang masing-masing lokasi akan dibangun sepanjang 60 meter. Kira-kira dapat menampung sekitar 10-15 kendaraan parkir dalam kondisi darurat," ucapnya.


Tol layang Jakarta-Cikampek (era.id)

Sesuai imbauan dari PT Jasa Marga selaku penyelenggara, Setidaknya ada delapan hal yang harus diperhatikan ketika melewati Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek. Pertama, tol ini untuk perjalanan jarak jauh untuk ke arah cikampek, yaitu Karawang Timur, Bandung dan Cikampek dan ke arah Jakarta adalah JORR, Pondok Gede dan Cawang. Kedua, akses masuk dan keluar jalan tol hanya di Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat. 

Ketiga, hanya dibolehkan kendaraan kecil golongan 1, yaitu non bus, non truk dengan tinggi maksimum 2,1 meter. Meskipun sebenarnya sudah dirancang untuk semua jenis kendaraan termasuk bus dan truk. "Yang dikhawatirkan sebenarnya truk kapasitas lebih (over dimension) dan muatan lebih (over load) dapat mengurangi umur rencana jalan tol ini," sambung Djoko.


Tol layang Jakarta-Cikampek (era.id)

Keempat, batas kecepatan kendaraan antara 60 kilometer per jam - 80 kilometer per jam. Kelima, tempat istirahat dan pelayanan (TIP)  atau rest area terdekat adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah di Km 50 dan Km 57 untuk arah Cikampek dan di Km 06 untuk arah Cawang. Keenam, ada cara untuk mengatisipai jika dalam kondisi darurat, yaitu disediakan 8 lokasi emergency U Turn atau putar balik berlawanan arah. Ketujuh, saldo E Toll dan bahan bakar minyak BBM cukup untuk melakukan perjalanan ini. Dan ke delapan, memastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima, ini yang harus diperhatikan.

Selamat menikmati hasil pembangunan infrastruktur ini.
 

Tag: ganjil-genap tol cikampek

Bagikan: