Setelah Kebakaran, Australia Terancam Banjir Bandang

Tim Editor

Kebakaran hutan di Australia (The Sun)

Jakarta, era.id - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Australia nampaknya akan segera mereda. Tapi ada ancaman lain dari fenomena cuaca ekstrem di Benua tersebut yakni banjir bandang.

Badai petir dan hujan lebat mengguyur seluruh bagian pantai timur Australia pada Kamis (16/1) dini hari termasuk di New South Wales, wilayah yang paling parah terjadi kebakaran hutan dan lahan. Bencana itu merenggut 28 nyawa dan menewaskan sekitar satu miliar hewan.

Para kru dan personel pemadam kebakaran hutan gembira dan langsung hujan-hujanan saat hujan turun.


Pemadam kebakaran Australia (newscom.au)

"Curah hujan di beberapa daerah mungkin berguna dan di tempat lain mungkin hanya satu atau dua milimeter, " kata ahli meteorologi dari Biro Meteorologi Australia, Jake Phillips seperti dikutip Reuters, Kamis (16/1/2020).

Meski demikian, Philips mengatakan, badai tropis Blake yang menerjang pantai timur Australia itu berpotensi mendatangkan banjir bandang. Sementara kilat yang muncul dapat meningkatkan resiko kebakaran. 

"Ada risiko yang terkait dengannya, jadi badai itu tidak selalu merupakan hal yang hebat, terutama jika kita mendapatkan curah hujan dengan sangat cepat. Yang benar-benar kita butuhkan adalah hujan deras," ujarnya.

Kebakaran yang telah terjadi sejak September 2020 ini membuat penduduk Australia beserta berbagai jenis flora dan fauna terancam. Langit dan pemandangan di New South wales berubah menjadi kemerahan akibat asap pekat dari kebakaran.

Kebakaran besar tersebut menghancurkan lebih dari 11,2 juta hektare lahan atau hampir setengah luas negara Inggris. 28 orang tewas, ratusan ribu mengungsi dan ribuan rumah hangus terbakar. Habitat beberapa hewan asli Australia seperti Koala, Walabi dan Kanguru juga ikut hancur dan rusak akibat kebakaran ini.

 

Tag: australia

Bagikan: