Bentang Tengah Tersambung, Jembatan Tumbang Samba Segera Rampung

Tim Editor

    Jembatan Samba (Dok. PUPR)

    Jakarta, era.id  - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Tumbang Samba yang menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum, di Kecamatan Katingan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah. 

    Menteri Basuki mengatakan, Jembatan Tumbang Samba akan menjadi jembatan terpanjang di Lintas Tengah Kalimantan. Dia mengatakan, dengan didukungnya, jalan tersebut diharapkan menjadi kegiatan ekonomi di daerah yang dapat terus tumbuh dan berkembang. 

    “Semakin terhubungnya Lintas Tengah, Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena terkait dengan perkebunan, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik, ”kata Menteri Basuki, Selasa (22/1).

    Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Budi Harimawan Semihardjo mengatakan, penyambungan bentang tengah sepanjang 108 meter dan berat 450 ton telah diselesaikan pada Jumat, (17/1). 

    Struktur pelengkung baja bentang tengah jembatan tersebut dikerjakan di Pabrik PT Wika Beton yang dibangun di Karangmukti, Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. 

    Dengan telah menghubungkannya bentang tengah jembatan, Budi Harimawan berharap pembangunan Jembatan Tumbang Samba akan segera dibuka untuk pembangunan kawasan terisolir di Utara Katingan dan melengkapi jaringan pembangunan jalan nasional dari Kalimantan Tengah menuju wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan akan membantu untuk menghasilkan positif bagi perkembangan masyarakat di wilayah Utara Katingan. 



    Budi mengatakan, menghadiri jembatan yang melintasi Sungai Katingan sudah sangat ditunggu dan direspon positif oleh masyarakat Kalteng, karena akan memudahkan pergerakan masyarakat dari bagian hulu atau Utara Kabupaten Katingan ke Pasar Tumbang Samba hingga ke batas Kalbar.

    Jembatan Tumbang Samba dibangun sejak tahun 2017 dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp 284 miliar. Pekerjaan konstruksi jembatan dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dan juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut. 

    Jembatan dengan panjang total 843,2 meter tersebut akan menjadi terpanjang di Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" dan dilengkapi dengan jembatan penghubung dan jalan pendekat di sisi kedua. Jembatan itu akan digunakan oleh lalu lintas kendaraan dari berbagai daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan fery kapal untuk menyeberangi Sungai Katingan untuk mengangkut kendaraannya.
     

    Tag: kecelakaan infrastruktur

    Bagikan :