Menanti Hasil Pertemuan Sopir Angkot dan Sandiaga

Tim Editor

Sopir angkot di Balai Kota (Leo/era.id)

Jakarta, era.id - 12 sopir angkot masih ada di dalam ruang rapat gubernur di Balai Kota siang ini. Diskusi dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, Satpol PP dan Dishub Jakarta untuk mencari solusi penutupan jalur di Tanah Abang.

Puluhan angkot dari berbagai trayek sedari pagi memang sudah berkumpul di depan Balai Kota. Angkot-angkot ini diparkir di bahu jalan dan memakan dua ruas jalan. Mereka adalah sopir mikrolet jurusan JP 03A Roxy-Karet, M08 Tanah Abang-Kota dan M10 Tanah Abang-Jembatan Lima. Tuntutannya, jalan Jati Baru Raya dibuka lagi. Dan sekadar info, aksi unjuk rasa ini sudah kali kedua dilaksanakan.

Pada demo pertama, Senin (22/1) lalu, perwakilan angkot bertemu dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansah. Hasilnya, angkot liar yang beredar akan ditertibkan. Tapi Jati Baru Raya masih ditutup demi PKL. Aksi berikutnya digelar di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (29/1) kemarin. Dampaknya, Tanah Abang Explorer ditarik sementara dan tidak beroperasi.

Urusan aspirasi yang mau dibawa dalam rapat tadi pun sebenarnya masih tarik-menarik antar sopir angkot sendiri. Ada pihak yang meminta PKL di Tanah Abang ditertibkan dan jalur dikembalikan kepada para sopir. Tapi ada juga yang meminta jika Transjakarta Tanah Abang Explorer dibekukan dan tidak dioperasikan kembali. 


Suasana di depan Balai Kota (Leo/era.id)

"Coba panggil 03 diomongin lagi biar 'joss' di dalam," kata salah satu sopir, Rasyid di Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018). 

"Titik temunya hanya akses jalan dibuka kembali udah itu aja, ada gak yang cekcok dengan PKL," lanjut Rasyid kepada para sopir angkut.

Kini para perwakilan sopir angkot masih ada di dalam ruang rapat. Apa hasilnya? Apa tuntutan sopir akan dipenuhi atau Pemprov DKI bergeming?

Tag: tanah abang

Bagikan: