Tidak Gampang Ganti Nama Jl Mampang Prapatan

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi Mampang Prapatan (Mia/era.id)

Jakarta, era.id - Mengubah nama suatu jalan, apalagi sudah begitu tenar sekelas Jalan Mampang Prapatan, bukanlah persoalan mudah. Apalagi ada banyak yang harus disesuaikan ketika sebuah nama jalan berubah.

"Mungkin perlu proses transisi selama setahun dua tahun orang terbiasa dengan nama baru. Cuma implikasi terkait dengan nama kantor dan alamat, kemudian dari administrasi pun sebenarnya tidak begitu masalah, mengikuti," kata pengamat tata kota, Yayat Supriatna saat dihubungi era.id, Rabu (31/1/2018).

Ada banyak turunan yang harus disesuaikan dari perubahan sebuah nama jalan. Mungkin yang paling berdampak adalah perkantoran. Mereka harus cepat mengubah alamat kantor, berikut dengan keterangan alamat di amplop, website, papan nama, dan lainnya.

Dampak lainnya juga mengacu kepada papan-papan penunjuk jalan. Dishub DKI berarti harus juga mengubah seluruh penunjuk jalan yang ada frasa Mampang Prapatan. Belum lagi trayek-trayek angkutan umum hingga nama halte yang mengandung kata itu.


Suasana Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. (Yasir/era.id)

Namun ada sisi positif, kata Yayat, soal pergantian nama jalan ini. Pertama, penggunaan nama pahlawan sebagai bentuk apresiasi. Kedua, penggunaan nama pahlawan akan memberikan kebanggaan tersendiri.

"Ketiga, bisa menanamkan nilai supaya orang-orang yang berjasa itu tidak mudah terlupakan," pungkas Yayat. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengubah nama jalan dari tembusan Jalan HR Rasuna Said sampai Jalan TB Simatupang. Saat ini pihak Pemprov DKI tengah melakukan sosialisasi dan kajian menyusul perubahan nama jalan menjadi Jalan AH Nasution.

Tag: perubahan nama jalan kepemimpinan anies-sandi 100 hari anies-sandi

Bagikan: