Bayar SPP Pakai GoPay, Cara Dompet Digital Masuk Sekolah

Tim Editor

Rapat Kerja Mendikbud dengan DPR (Gabriella Thesa/era.id)

Jakarta, era.id - Aplikasi GoJek kini bisa melayani pembayaran SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan). Pembayaran dilakukan melalui aplikasi Gojek di fitur GoBills. Para orangtua murid bisa membayar biaya pendidikan anaknya pakai GoPay.

Namun layanan pembayaran via aplikasi transportasi karya anak bangsa itu menjadi kontroversial lantaran sang pendiri, Nadiem Makarim saat ini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Kalangan DPR menwanti-wanti agar tak terjadi penyalahgunaan wewenang dalam kebijakan tersebut.

Mendikbud Nadiem Makarim hari ini mengklarifikasi fitur pembayaran SPP via GoBills di hadapan Komisi X DPR. Menurutnya, pembayaran SPP via aplikasi GoJek adalah sebuah kemajuan teknologi lewat dompet digital.

"Itu memang sudah suatu rencana yang sudah memang direncanakan bertahun-tahun dan memang kompetisi bebas antara kompetisi semua dompet digital di Indonesia. Tidak ada hubungannya sama sekali denga kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Itu adalah hal yang terjadi di pasar kompetisi sengit di antara dompet digital di mana semua bisa menerima apapun, mau itu GoPay, mau itu OVO, mau itu Linkaja, mau itu Dana dan semua dompet digital akan bermain di semua jenis merchant, mau itu restoran, sekolah swasta, warung pinggir jalan dan lain-lain," jelasnya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2020).

'Mas' Mendikbud juga menegaskan tidak ada kebijakan Kemendikbud sama sekali mengenai metode pembayaran sekolah. Orangtua murid dan pihak sekolah bebas memilih mau membayar SPP lewat cash, transfer bank atau dompet digital. Ia juga menegaskan dedikasinya menjadi menteri dan sudah menanggalkan jabatan di startup uniorn itu.

"Tidak akan pernah Kemendikbud terutama menterinya sendiri melakukan apapun yang melanggar conflict of interest, yang menciptakan conflict of interest yaitu perbenturan kepentingan dan ini harus saya tekankan. Ini semua hanya semua yang berhubungan dengan perusahaan sebelum saya, di mana saya sudah melepaskan semua kewenangan semua posisi dan itu mohon ditanya langsung kepada perusahaannya. Karena saya berdedikasi diri kepada mencoba menyempurnakan sistem pendidikan," ucapnya.

Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf mengatakan penggunaan fitur GoBills adalah hak sekolah. Ia juga setuju soal fintech masuk ke sekolah karena memang sudah era digital dan cashless.

"Pembayaran SPP, pembayaran Telkom, listrik apapun sekarang sudah masuk dalam era digitalisasi e-money dan itu bagian dari proses," katanya. 

Komisinya hanya ingin memastikan tak ada arahan apapun dari Kemendikbud soal pembayaran SPP, termasuk penunjukan GoJek sebagai mitra pembayaran.

"Saya sudah cek dengan Kemendikbud ada arahan, rekomendasi, ada permintaan? tidak ada pak. Oke. Berarti clear," tegas mantan aktor era 90an ini.
 

Tag: riwayat pendidikan tri mumpuni

Bagikan: