Dua Pasien RSHS Negatif COVID-19, Satu Pasien Masih dalam Pengawasan

| 24 Feb 2020 17:12
Dua Pasien RSHS Negatif COVID-19, Satu Pasien Masih dalam Pengawasan
Jumpa pers pasien COVID-19 di RSHS Bandung (Iman Herdiana/era.id)
Bandung, era.id – Tiga pasien dalam pengawasan infeksi virus korona baru atau COVID-19, dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ketiganya merupakan warga Bandung dan Kabupaten Bandung yang memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit COVID-19. Mereka mulai dirawat dan menjalani isolasi sejak pertengahan Februari lalu.

Pasien pertama adalah laki-laki berinisial S, 58 tahun, yang tinggal dan bekerja sebagai petani di Perth Australia. Dia berangkat dari Perth 13 Februari menuju Bandung melalui Bali dan Surabaya. Pasien mengalami gejala-gejala COVID-19 seperti flu, batuk, sesak napas, dan demam tinggi.

Sebelum masuk ruang isolasi RSHS, pasien sempat ditangani di RS Advent, Bandung. RS Advent kemudian merujuknya ke RSHS.

“Dengan indikasi tersebut, pasien dalam pengawasan sehingga diisolasi di ruang isolasi (Ruang Infeksi Khusus Kemuning/RIKK RSHS). Setelah pemeriksaan labolatorium, hasilnya negatif. Jadi yang bersangkutan sudah dipulangkan,” terang Direktur Utama RSHS, dr. R. Nina Susana Dewi,Sp.PK(K)., M.Kes., dalam jumpa pers di RSHS Bandung, Senin (24/2/2020).

Pasien kedua, laki-laki berinisial RG, 45 tahun. Warga Bandung ini bekerja sebagai wiraswasta dan pulang dari Ho Chi Minh, Vietnam pada 9-13 Februari 2020 untuk keperluan bisnis dan ke Pattaya, Thailand pada 13-15 Februari 2020, sebelum ke Bandung pada 15 Februari. 

Pasien datang ke Unit Gawat Darurat RSHS 21 Februari 2020 dengan keluhan demam sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit (saat di IGD suhu pasien 38) disertai batuk, pilek dan nyeri otot. Pasien juga memiliki riwayat darah tinggi, terkontrol dengan obat. 

“Pada tuan RG ini telah dilakukan pengambilan sampel dari orofaring dan nasofaring pada 22 Februari kemarin, untuk dilanjutkan pemeriksaan di Litbangkes Jakarta. Hingga berita ini turun, tim belum menerima hasil pemeriksaan. Bila hasil pemeriksaan negatif maka pasien dapat rawat jalan. Kondisi terakhir baik, tidak ada demam, batuk maupun sesak napas,” terang Nina. 

Sementara Ketua tim penanganan penyakit infeksi khusus RSHS Bandung, dr Yovita Hartantri Sp.P.D. (K)PTI, menambahkan saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Balitbangkes Jakarta untuk pasien RG.

RG masih diisolasi meski kondisinya sudah membaik. “Kami masih menunggu mudah-mudahan ada hasilya sore ini,” kata dr Yovita. 

Pasien ketiga, perempuan berinisial AS, 55 tahun, ibu rumah tangga yang berasal dari Majalaya. AS melakukan perjalanan ke Malaysia 11-12 Februari 2020, kemudian ke Singapura pada 13 Februari dan Thailand pada 14-15 Februari 2020 untuk ziarah. 

Dia masuk ruang isolasi RSHS pada 22 Februari 2020 dirujuk dari RS Majalaya dengan keluhan sesak napas dan terdapat pneumonia pada foto dadanya. Pasien mengeluh panas badan empat hari sebelum masuk rumah sakit mengalami batuk dan pilek. “Pada pasien ini hasil sudah diterima dari Litbangkes dan diperoleh hasil negatif. Kondisi terakhir baik,” terangnya.

Direktur Utama RSHS, dr. R. Nina Susana Dewi,Sp.PK(K)., M.Kes., bilang penanganan dan sistem rujukan terhadap pasien pengawasan COVID-19 yang harus diisolasi sudah sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan maupun WHO. 

Dr Yovita menambahkan, rumah sakit yang merujuk pasien pengawasan sudah menjalankan alur yang telah ditetapkan. Misalnya pasien dari RSUD Majalaya telah memakai sistem rujukan intergrasi, begitu juga pasien yang dikirim dari RS Advent. Mereka saat masuk ke RSHS tidak tidak melalui pintu umum, tapi lewat pintu samping yang langsung ke ruang isolasi. Dengan demikian, pasien tidak berinteraksi dengan pasien lain maupun pegawai.

Tags : covid-19
Rekomendasi