Wakil Rakyat Pertanyakan Anggaran Rp72 Miliar untuk Influencer

Tim Editor

Mardani Ali Sera (Gabriella Thesa/era.id)

Jakarta, era.id - Demi meningkatkan promosi pariwisata Indonesia, pemerintah rela mengucurkan dana hingga Rp72 miliar bagi media dan influencer. Hal ini mendapat beragam komentar dari berbagai kalangan, baik pendukung maupun yang berada di luar pemerintahan.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan ide pemerintah terkait dana insentif bernilai puluhan miliar rupiah itu harus benar-benar diperhitungkan. Apalagi di tengah ancaman perlambatan ekonomi dan defisit APBN 

"Ya mudah-mudahan dampak insentif yang diberikan lebih besar dari biaya insentifnya," ujar Hendrawan saat dihubungi, Rabu (26/2/2020).

Jangan sampai niat baik pemerintah ini ditanggapi negatif oleh publik. Politikus PDIP itu juga menilai perang pencitraan memang penting, tetapi sifatnya itu hanya kontemporer.

"Perang pencitraan semakin penting di kancah global. Sifatnya tentu temporer. Dari studi tentang sebaran wabah virus, rata-rata pukulan terberat terjadi selama dua kuartal," kata Hendrawan.

Sementara, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memberikan beberapa catatan kepada pemerintah terkait dana insentif bagi influencer. Pertama, menurutnya pemerintah harus transparan dan jelas dalam menggunakan dana tersebut.

Kedua, harus jelas alat ukur keberhasilannya. Ketiga, destinasi wisata apa saja yang menjadi prioritas promosi.

"Keempat, tanpa konektivitas dan kedalaman experiencing kita tidak punya diferensiasi hingga walau dikerahkan influencer tetap stand out among the crowd," kata Mardani.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengucurkan Rp72 miliar untuk media dan influencer demi menggenjot promosi pariwisata yang sempat merosot akibat virus COVID-19.

Airlangga menjelaskan anggaran Rp72 miliar itu bagian dari insentif untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp298,5 miliar. Rinciannya untuk subsidi diskon tiket pesawat Rp98,5 miliar, anggaran promosi Rp103 miliar, kegiatan kepariwisataan sebesar Rp25 miliar, hingga menggunakan jasa influencer.

"Dan media relation dan influencer sebesar Rp 72 miliar," kata Airlangga setelah mengikuti rapat terbatas antisipasi penyebaran virus korona terhadap perekonomian Indonesia bersama Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (25/2).
 

Tag: apbn

Bagikan: