Pemprov DKI Teken Kerja Sama Pengolahan Sampah

Tim Editor

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno (Leo Dwi Jatmiko/era.id)

Jakarta, era.id - DKI Jakarta saat ini menghadapi tantangan berat dalam menangani sampah. Per harinya diperkirakan sampah di Jakarta mencapai 7.000 ton. Pada November 2017, Jakarta menghasilkan sekitar 2,3 juta ton sampah setahun, termasuk 54 persen sampah organik dan 14 persen sampah plastik.

Untuk itu, Gubernur DKI Sandiaga Uno segera merealisasikan kerja sama pengolahan fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter dengan perusahaan asal Finlandia, Fortum.

"Untuk ITF Sunter, sudah tercapai kesepakatan in principle. Saya sudah dapat laporan dan sudah saya koordinasikan juga dengan kantor Pak Luhut," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018).

Program kerja sama itu diharapkan dapat segera diselesaikan. Hal ini diupayakan agar pengolahan ITF Sunter bisa segera digarap.

"Kita ingin mereka cepat menyelesaikan perjanjian joint venture. Itu yang akan kita fokuskan agar mereka untuk dalam beberapa Minggu ini bisa ditandatangani. Kalau kesepakatan prinsipnya sudah, joint venture-nya sudah, mudah mudahan ITF Sunter bisa segera difinalkan," jelas Sandi.

ITF sendiri merupakan fasilitas pengolahan sampah yang fungsinya untuk mengurangi kapasitas sampah sebelum masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kerja sama antara PT Jakpro dengan Fortum itu rencananya akan segera dimatangkan. 

"Lahan sudah siap, clean and clear. Ini harus cepat ditindaklanjuti, karena rakyat Jakarta mnghasilkan sampah 7000 ton per hari," kata Sandi, beberapa hari lalu.

Bagikan: