Seperti ini Kondisi Pasien COVID-19 di Italia

Tim Editor

Pasien COVID-19 di Italia (Daily Mail)

Jakarta, era.id - Italia mengalami 'ledakan' jumlah pasien COVID-19. Dalam video rekaman yang viral, memperlihatkan kondisi pasien yang diletakkan di koridor rumah sakit. Bukan tanpa sebab karena jumlah kamar yang memang tak mampu lagi menampung pasien. Hingga hari ini, tercatat ada 41.035 pasien terinfeksi virus korona baru dengan korban meninggal mencapai 3.405 orang.

Rekaman dari satu rumah sakit di kota Bergamo yang penuh sesak menunjukkan pasien berbaring di ranjang rumah sakit yang berbaris di koridor unit perawatan intensif. Dalam rekaman lain di rumah sakit San Marco di Zingonia, Bergamo, pasien terlihat berbaring di ranjang yang berjejal di koridor unit perawatan intensif. Video itu memperlihatkan pasien-pasien yang menggunakan ventilator di kamar-kamar yang penuh sesak.


Pasien COVID-19 di Italia (Daily Mail)

Provinsi Lombardy menjadi daerah yang paling parah terkena dampak termasuk Bergamo. Para dokter dan perawat di rumah sakit mengaku sudah berada pada batas kemampuan mereka. 

"Saya khawatir tentang kemungkinan mereka bisa menyerah secara fisik dan psikologis karena jika mereka menyerah, itu benar-benar akan menjadi bencana," kata direktur bagian pemakaman, Angeloni seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (20/3/2020).

Sementara itu, puluhan peti mati diangkut dengan truk militer ke sebuah pemakaman di kawasan utara Italia. Tempat pemakaman dan krematorium di kota Bergamo tak lagi bisa menampung korban meninggal dunia karena korona, sehingga jenazah korban harus dimakamkan atau dikremasi di kota lain.



Kamar mayat dan staf krematorium harus mengurusi setidaknya 24 jenazah sehari, termasuk jenazah lainnya selain COVID-19. 

Hampir semua kematian akibat COVID-19 di Italia didominasi oleh pasien yang memiliki penyakit bawaan. Penelitian terhadap 355 kematian menunjukkan bahwa hanya tiga dari korban atau 0,8 persen, yang tidak memiliki masalah kesehatan sebelumnya.

Sebesar 48,5 persen dari mereka memiliki tiga atau lebih penyakit bawaan sebelum mereka terinfeksi virus korona. 25,6 persen lainnya memiliki dua penyakit bawaan lain, sedangkan 25,1 persen lainnya memiliki satu penyakit bawaan. 

Penelitian ini konsisten dengan temuan sebelumnya bahwa orang dengan penyakit bawaan kemungkinan akan meninggal jika mereka terkena virus korona.

Menurut penelitian di Italia, penyakit bawaan yang paling banyak adalah tekanan darah tinggi dan penyakit jantung yakni sebesar 76,1 persen. Sisanya, 35,5 persen menderita diabetes, sementara 33 persen lainnya menderita penyakit jantung iskemik. 

Studi juga menemukan bahwa usia rata-rata orang yang meninggal akibat virus adalah 79,5 tahun, artinya orang tua lebih rentan meninggal karena virus asal Wuhan, China ini.  

 

Tag: covid-19

Bagikan: