Menlu Inggris Diangkat Jadi Plt Perdana Menteri

| 07 Apr 2020 12:21
Menlu Inggris Diangkat Jadi Plt Perdana Menteri
Dominic Raab (gov.uk)
Jakarta, era.id - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dilarikan ke ruang perawatan intensif (ICU) setelah kondisi kesehatannya menurun akibat penyakit COVID-19.

"Selama sore ini, kondisi Perdana Menteri telah memburuk dan atas saran tim medisnya, ia telah dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif di rumah sakit," kata pihak perwakilan pemerintah Inggris, dikutip dari NYTimes, Selasa (7/4/2020).

Kondisi kesehatan Boris Johnson ini menurun sejak Senin (6/4/2020). Dia sempat mendapat bantuan ventilator dan oksigen sebelum masuk ke ruang ICU. Sebelum mengalami penurunan, Boris bersikeras akan tetap memimpin dan bertanggung jawab atas tindakan dan pencegahan terkait COVID-19 di Inggris. Dia bahkan sempat update di twitter pribadinya tentang kondisi kesehatannya.

Sebelumnya, Boris dinyatakan positif tertular virus korona baru sejak pekan lalu. Ia mengaku mengalami gejala ringan seperti demam dan batuk.

 

Sayangnya kondisi kesehatan yang menurun membuat pria 54 tahun itu terpaksa menyerahkan tongkat pemerintahan kepada Menteri Luar Negeri, Dominic Raab. Raab akan mengemban tanggung jawab besar sebagai pelaksana tugas PM Inggris dalam memerangi korona. Pemerintah Inggris menargetkan melakukan tes kepada 100.000 orang per hari di seluruh Britania Raya.

Saat ini ada lebh dari 41.000 kasus positif COVID-19 di Inggris dengan korban jiwa lebih dari 5.000 orang.

Sementara itu, para pemimpin dunia juga mengirimkan dukungan dan semangat untuk mantan wartawan itu agar kuat melawan virus COVID-19. Misalnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengirimkan doa buat kesembuhan Boris.

"Saya juga ingin mengirimkan harapan terbaik kepada teman baik saya dan teman bagi bangsa kita, Perdana Menteri Boris Johnson. Kami sangat sedih mendengar dia dirawat intensif sore ini. Orang Amerika semua berdoa untuk kesembuhannya," kata Trump dalam pidatonya.

Tak hanya itu saja, pejabat tinggi Uni Eropa, Prancis, Belanda, Italia, hingga Albania turut menyampaikan rasa simpatinya terhadap Boris.

"Warga Italia dan Inggris ada di masa-masa sulit. Kami adalah satu untuk satu sama lain. Lekas pulih Boris Johnson," kata Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio.

Rekomendasi