Berbagai Siasat Pemudik, Mana yang Sukses Kelabui Petugas?

Tim Editor

Ilustrasi (Antara)

Jakarta,era.id - Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik saat pandemi COVID-19 demi memutus rantai penyebaran virus korona. Namun, sebagian warga tak peduli dan tetap nekat mudik.

Bahkan, mereka rela melakukan segala cara untuk mengelabui para petugas yang memantau supaya lolos. Berbagai siasat untuk mengelabui petugas mereka lakukan meskipun bnayak yang gagal. Berikut cara-cara masyarakat Indonesia supaya lolos ke kampung halaman:

1. Bersembunyi di minibus yang diangkut dari truk towing

Petugas di Kota Semarang menemukan pemudik yang berusaha lewat Ibu Kota Jawa Tengah itu dengan modus menaikkan mobil ke truk towing. Truk itu membawa satu minibus yang didalamnya terdapat empat orang yang diduga pemudik pada Sabtu (2/5).

Lebih niatnya lagi, minibus itu ditutupi terpal supaya terlihat tak ada orang di dalamnya. Dikutip dari laman resmi Korlantas Polri, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro mengungkapkan bahwa minibus langsung diminta putar balik. 

"Kami meminta untuk putar balik. Tidak sempat ditanya kemana tujuannya karena kondisi arus lalu lintas sedang padat," ujarnya.

Akhirnya mereka gagal sampai kampung halaman.

2. Angkut Motor pakai truk

Sejumlah pemudik melakukan modus supaya lolos dari pemeriksaan petugas kepolisian, termasuk mengangkut motor pakai truk. Modus ini dilakukan untuk mengelabui petugas agar truk seolah-olah seperti mengangkut barang. "Salah satunya motor diangkut pakai truk supaya tidak ketahuan" ujar Bupati Bogor Ade Yasin.

Mereka juga gagal mudik pakai cara ini.

3. Modus Travel Gelap

Modus para pemudik untuk sampai ke kampung halaman, salah satunya adalah menumpang travel tak resmi. Agen perjalanan travel itu menawarkan jasa via media sosial supaya masyarakat dapat pulang kampung di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo juga membenarkan banyak travel ilegal beroperasi semenjak larangan mudik. Modus mudik menumpang travel, diungkap oleh polisi di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

"Jadi itu travel gelap, pelat hitam," kata Sambodo.

Polisi juga sudah mengikuti jejak modus jasa travel ilegal sejak lama. Akhirnya mereka harus putar balik ke tempat asal. 

4.  Bersembunyi di Toilet Bus

Polisi juga mengungkap modus enam pemudik dengan tujuan ke Jawa Tengah yang rela bersembunyi di dalam bus dan toilet bus antarkota antarprovinsi (AKAP) agar terhindar dari pemeriksaan di pos penyekatan. Peristiwa itu terjadi di pos pengamanan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi.


Ilustrasi (Antara)

Modus ini bermula dari pemeriksaan check point PSBB, pengemudi itu tidak berbohong dengan mengaku tak membawa penumpang. Polisi tak mempercayainya dan masuk ke dalam bus. Kemudian, menemukan lima penumpang yang bersembunyi di bus. Mereka mengelabui mulai dari rebahan di kursi, mematikan lampu di dalam bus, hingga bersembunyi di dalam toilet bus.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo juga mengaku penumpang berasal dari Klaten, Rembang, Sragen, Jepara, dan Ungaran. Akhirnya, mereka di bawa di pos pengamanan. 

"Pemudik sempat diamankan di pos pengamanan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi" ujar Sambodo.

5. Berjalan Kaki

Modus ini nampaknya yang bakal sukses mengelabui petugas. Kemungkinan tak ada petugas yang curiga meski pemudik yang jalan kaki lewat di depan mereka. Tapi risiko sangat besar karena menempuh perjalanan yang panjang.

Pemudik bernama Wahyu Utami ditemukan pingsan di toilet minimarket di Dumpil, Madiun, Jawa Timur, pada Kamis (30/4). Wanita berusia 30 tahun itu hendak melakukan mudik dari Jombang ke Pati, Jawa Tengah sejauh 260 km.

Pemudik berdomisili Jombang ini mulanya membonceng motor sampai Kecamatan Majeyan, Kabupaten Madiun. Berikutnya ia berjalan belasan kilometer hingga pingsan di minimarket Dumpil.

"Korban dievakuasi ke RSUD Caruban menggunakan standar penanganan COVID-19," kata Muhammad Zahrowi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBPD) Kabupaten Madiun.

Akhirnya bukannya ke kampung halaman, tapi malah menginap di rumah sakit.

 

Tag: mudik

Bagikan: