Cara Bantaeng Cegah Mark Up Jamuan Tamu

Tim Editor

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, di Pasar Simoko, Minggu (4/2/2018). (Leo/era.id)

Bantaeng, era.id - Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, punya cara unik mencegah terjadinya mark up anggaran untuk menjamu tamu undangan. Dijalin kerja sama dengan swasta untuk membangun rumah makan agar tidak ada lagi celah mark up jamuan tamu yang dilakukan oknum pegawai Pemkab.

"Suka di-mark up, yang makan lima orang bujetnya dibuat 50 orang," kata Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, kepada era.id di Banteang, Sulawesi Selatan, Minggu (4/2/2018). 

Nurdin menjelaskan, pada 2010 dibangun restoran Aroma Laut atas kerja sama dengan pihak swasta. Restoran di pinggir laut tersebut menyajikan berbagai hidangan seperti ikan dan kepiting. Semua tamu Pemkab Bantaeng akan dijamu di restoran tersebut.

"Setiap ada orang tamu undangan kita bawa ke sini," ujar pria kelahiran Pare-pare tersebut. 

Menurut Nurdin, keunggulan restoran itu adalah semua ikannya segar dan disajikan khusus untuk menunjukkan makanan laut khas Sulawesi Selatan. 

"Kita kalau makan langsung diambil dari laut, tidak pakai es batu," ujarnya.


Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, di Pasar Simoko, Minggu (4/2/2018). (Leo/era.id)

Dalam kesempatan itu, Nurdin juga menyampaikan dia lebih suka mengunjungi warganya pada akhir pekan. Dia manfaatkan waktu senggang untuk bersilahturahim karena lebih efektif dalam mendengar keluhan dan masukan. Nuruddin merupakan calon gubernur Sulsel yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman dan diusung koalisi empat partai, PDI Perjuangan, PAN, PKS, dan PSI.

"Cara kampanye, silaturahmi saja sekarang orang bosan dengan janji- janji program," ujarnya. 

Pada akhir pekan lalu misalnya, Nurdin menemui warganya di Kelurahan Cempaga, Kecamatan Tombolu, sekaligus untuk meresmikan Pasar Simoko. Sebelum ada pasar itu, warga harus menempuh jarak 7 kilometer untuk membeli kebutuhan pokok harian.

Pasar Simoko dapat menampung 50 pedagang, dan ke depannya akan digelontorkan Rp150 juta untuk akses penghubung pasar dengan tempat wisata kolam renang Erena Boronglompoa atau Erbol. Erbol yang berarti mata air di tengah hutan merupakan destinasi wisata pemandian kolam renang di kaki gunung.

Terdapat dua kolam masing-masing berukuran 12x45 meter dengan kedalaman 160 cm dan kolam untuk anak-anak berukuran 5x10 meter. 

"Semoga pengganti saya bisa melakukan lebih baik dari ini," ungkap dia.

Tag: pilkada 2018

Bagikan: